Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Kabut asap yang ditimbulkan juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, khususnya sistem pernapasan. Asap karhutla mengandung berbagai polutan, termasuk partikel halus PM2.5 yang dapat terhirup hingga masuk jauh ke dalam paru-paru.
Dampaknya pun sudah terlihat di Indonesia. Berdasarkan keterangan kompas.com pada 12 Oktober 2026, Kemenkes mencatat 277.075 kasus ISPA secara kumulatif di 63 kabupaten atau kota pada tujuh provinsi terdampak, termasuk 62.400 kasus atau 22,5 persen pada anak usia 0–5 tahun,
Kemenkes menyebut paparan asap dapat berkaitan dengan ISPA, batuk, sesak napas, radang tenggorokan, asma, PPOK, hingga iritasi mata dan kulit.
Karena itu, melakukan mitigasi sejak dini menjadi langkah penting untuk membantu menjaga kesehatan paru-paru, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan medis yang mungkin muncul.
Asap kebakaran hutan merupakan campuran gas dan partikel berukuran sangat kecil. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah PM2.5, yaitu partikel halus yang dapat masuk jauh ke paru-paru bahkan ke dalam aliran darah. Paparan asap dapat menimbulkan gejala seperti batuk, iritasi mata dan tenggorokan, mengi, hingga sesak napas
Untuk membantu mengurangi dampaknya, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
Mitigasi kesehatan tidak berhenti pada upaya mengurangi paparan asap. Risiko sakit juga dapat menimbulkan kebutuhan pemeriksaan maupun perawatan medis, sehingga kesiapan finansial menjadi bagian yang perlu dipertimbangkan.
Di sinilah asuransi kesehatan dapat menjadi salah satu bagian dari perencanaan perlindungan finansial keluarga. Namun, memiliki polis saja tidak cukup. Penting untuk memahami manfaat, limit tahunan, jaringan rumah sakit, wilayah pertanggungan, deductible, pengecualian, masa tunggu, dan ketentuan klaim. Hal-hal tersebut juga ditekankan dalam materi internal mengenai evaluasi kecukupan perlindungan kesehatan.
Dengan memahami perlindungan yang dimiliki, Anda dapat mengetahui sejauh mana asuransi kesehatan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi finansial keluarga.
Meskipun karhutla sering terjadi di luar kendali kita, langkah-langkah sederhana seperti memantau kualitas udara, membatasi paparan asap, menggunakan masker yang tepat, memperhatikan kondisi kelompok rentan, dan segera mencari pertolongan medis ketika diperlukan dapat membantu mengurangi risikonya. Dengan kesiapan yang baik, kita dapat melindungi kesehatan diri dan keluarga.
Kami akan segera merespon pesan Bapak/Ibu pada jam operasional kami.
Error:
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Kunjungi laman menarik lainnya:
Tentang Manulife
Manulife Indonesia melayani sekitar 2 juta nasabah di Indonesia