Memastikan
Lewati ke konten utama Lewati ke konten notifikasi
Back

Kesehatan dan Keuangan Sebagai Dua Fokus Utama Selama Pandemi

 

Dua tahun sejak merebaknya COVID-19, masyarakat Indonesia kian fokus menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menata keuangan.

"Badai pasti berlalu" nampaknya merupakan peribahasa yang diyakini oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal ini tercermin dari hasil Manulife Asia Care Survey terkini, yang menyebutkan dua pertiga (66%) responden di Indonesia meyakini COVID-19 akan berakhir dalam waktu satu tahun ke depan.

Optimisme ini tak lantas membuat masyarakat menjadi lengah ataupun pasrah dengan keadaan yang ada. Sebaliknya, hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia makin memperhatikan kesehatan dan memegang kendali atas perencanaan keuangan, dalam rangka mengurangi dampak pandemi.

Kesehatan Fisik dan Mental di Masa Pandemi COVID-19

Dibandingkan negara-negara lain yang menjadi responden Manulife Asia Care Survey yakni Mainland China, Hong Kong, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, serta Vietnam; responden dari Indonesia memiliki kesadaran dan kesediaan tertinggi (82%) untuk mengenakan masker.

Begitu pula dengan tingkat keaktifan fisik, lebih dari separuh (52%) meningkatkan intensitasnya berolah raga sejak pandemi  berlangsung. Selain dengan jogging dan bersepeda yang menjadi olahraga favorit, responden Indonesia juga memantau status kesehatannya menggunakan aplikasi kesehatan dan well-being.

Terkait masalah kesehatan yang menjadi perhatian utama responden di Indonesia, penyakit jantung menempati urutan pertama, sebesar 41%, diikuti oleh stroke dan kanker (masing-masing 35%), dan diabetes dengan angka yang tidak jauh berbeda sebesar 31%.

Bagaimana dengan kesehatan mental? Sebanyak 78% responden Indonesia mengatakan mereka dalam kesehatan mental yang sangat baik. Namun di sisi lain, 69% mengaku pernah mengalami gejala kesehatan mental yang kurang stabil dalam enam bulan terakhir.

Salah satu pencetus depresi atau isu kesehatan mental di tengah pandemi ialah kekhawatiran untuk mencukupi kebutuhan kesehatan keluarga. Satu dari empat responden mengalami hal ini, bahkan sampai mengabaikan kesehatannya sendiri demi memenuhi kebutuhan kesehatan keluarganya.

Baca JugaPentingnya Memiliki Asuransi Penyakit Kritis

Kesehatan Keuangan Turut Dijaga

Menurut hasil survei, perencanaan keuangan di antara responden Indonesia meliputi upaya mengatasi tantangan keuangan saat ini, sekaligus berupaya menciptakan masa depan mapan. Semenjak pandemi, masyarakat Indonesia menjadi semakin aktif mengelola keuangan, seperti yang diakui oleh 57% responden.

Apa saja yang dilakukan oleh masyarakat untuk menjaga kesehatan keuangan di tengah pandemi? Sebanyak 83% responden melihat pentingnya asuransi, dan 84% memikirkan hal yang sama tentang perencanaan pensiun. Selain itu, satu dari empat (25%) responden berinvestasi, sementara 36% memilih untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

Hebatnya lagi, 32% dari responden telah mendirikan usaha milik pribadi untuk menggantikan atau mendukung pekerjaan utama mereka. Serta sebanyak 37% responden di Indonesia juga mengatakan bahwa mereka memiliki tabungan yang akan bertahan lebih dari satu tahun jika diperlukan.

Masih ada banyak lagi fakta menarik yang terungkap dari Manulife Asia Care Survey, Anda bisa membaca selengkapnya pada link disini.

Artikel ini dan informasi terkini nasabah Manulife lainnya dimuat dalam Andalanku.  Klik di sini untuk unduh Andalanku edisi Maret 2022

Rencanakan Perlindungan Finansial Anda

Temukan Artikel Lainnya


Tentang Manulife

Manulife Indonesia melayani lebih dari 2,5 juta nasabah di Indonesia

Selengkapnya


Layanan

Ketahui lebih lanjut mengenai Polis ataupun pengelolaannya.

Selengkapnya


Artikel

Kumpulan artikel Manulife Indonesia.

Lihat Artikel Lainnya