Memastikan
Lewati ke konten utama Lewati ke konten notifikasi
Back

Memahami Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan untuk Perencanaan Keuangan

 

"Walaupun rencana keuangan sudah disusun dengan baik, tapi seringkali berantakan karena tidak bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan."

Kebutuhan dan keinginan memang kadang sulit untuk dibedakan. Bahkan ada pula beberapa hal yang bisa dikategorikan sebagai keduanya. Itulah mengapa kita kerap mengalami masalah dalam perencanaan keuangan; karena kita pun belum sepenuhnya memahami perbedaan antara kedua konsep tersebut.

Misalnya, karena belum mengerti perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, kita mudah untuk melakukan pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu dilakukan saat itu juga. Kita merasa suatu barang bisa memudahkan kehidupan kita sehari-hari, bukan berarti barang tersebut bisa dikategorikan sebagai kebutuhan.  

Mari kita pahami lebih lanjut mengenai kebutuhan dan keinginan untuk dapat membuat perencanaan keuangan yang tepat dari penjelasan dibawah.

Apa yang dimaksud Kebutuhan dan Keinginan?

Untuk lebih memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, pertama-tama, kita ketahui dulu maknanya. Kebutuhan adalah hal-hal yang kita butuhkan untuk bertahan hidup dalam segala kondisi dan situasi. Contohnya, tubuh kita membutuhkan makanan dan minuman agar dapat melakukan berbagai aktivitas guna melancarkan kelangsungan hidup. Tanpa makan dan minum, mustahil bagi kita untuk dapat berkegiatan.

Di sisi lain, keinginan merupakan suatu benda atau jasa yang ingin dimiliki, maupun hal yang ingin dilakukan tapi tidak selalu berdampak signifikan jika tidak terpenuhi. Misalnya, ketika kita menginginkan mobil keluaran terbaru, kelangsungan hidup kita tidak akan terganggu seandainya kita tidak membeli kendaraan tersebut saat ini juga.

Yang kerap jadi masalah, ketika kebutuhan dan keinginan beririsan sehingga sulit dibedakan. Jika menggunakan contoh di atas, makanan dan minuman merupakan kebutuhan karena sifatnya esensial, namun makan di restoran bisa dikategorikan sebagai keinginan karena kita bisa menggantinya dengan makan masakan di rumah yang pengeluaran relatif lebih hemat dibandingkan makan di restoran. Di sisi lain, mobil keluaran terbaru bisa juga jadi kebutuhan ketika profesi yang jadi tumpuan hidup Anda mengharuskan memilikinya.

Maka dari itu, hal terpenting yang harus kita lakukan saat membuat rencana keuangan adalah dengan memilah mana yang hal yang kita butuhkan dan mana yang sekedar kita inginkan saja.

Baca JugaMetode Budgeting 50/30/20 untuk Pengelolaan Keuangan

Agar Tidak Terjadi Kekeliruan, Apakah Ada Cara untuk Memastikan Perbedaan dari Kebutuhan dan Keinginan?

Untuk membantu kita dalam menentukan antara kebutuhan dan keinginan, kita bisa mencoba mempertanyakan tiga hal ini kepada diri sendiri:

  1. Apakah hal tersebut benar-benar kita butuhkan saat ini?
  2. Jika hal itu tidak didapatkan sekarang, apakah akan mengganggu kelangsungan hidup kita?
  3. Apakah tidak ada opsi lain sebagai pengganti jika hal tersebut tidak kita dapatkan?

Dengan menjawab ketiga hal tersebut, kita bisa lebih mudah untuk menentukan kebutuhan dan keinginan. Jika ketiga pertanyaan bisa Anda jawab dengan ‘Ya’, kemungkinan besar hal tersebut merupakan suatu kebutuhan. 

Untuk mempermudah, kita juga bisa membuat daftar, tabel atau diagram kebutuhan dan keinginan serta mengelompokkan barang atau jasa yang akan dibeli.

  Kebutuhan Keinginan
Makna

Hal dasar yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup 

Hal yang dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan, kedudukan sosial, kepentingan dan tujuan. 

Sifat

Objektif (mengikat), tidak bisa ditunda 

Subjektif (tidak harus), bisa ditunda, memiliki alternatif 

Ukuran

Fungsi 

Selera/preferensi 

Dampak yang diinginkan

Manfaat 

Kepuasan 

Jika tidak terpenuhi

Jika kebutuhan tidak terpenuhi, dapat mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari bahkan keberlangsungan hidup. 

Jika keinginan tidak terpenuhi, tetap bisa menjalani hidup serta dapat digantikan dengan barang lainnya. 

Contoh secara umum
  • Belanja bulanan untuk makan dan minum
  • Kebutuhan listrik dan gas
  • Pendidikan anak
  • Tempat tinggal
  • Transportasi
  • Rekreasi (travelling)
  • Upgrade gadget model terbaru
  • Jam tangan mewah
  • Berlangganan Netflix

Setiap orang pasti akan memiliki kategorisasi kebutuhan dan kebutuhan yang berbeda. Misalnya penggunaan broadband internet yang cepat dapat dikategorikan sebagai kebutuhan jika profesi Anda bergantung kepada koneksi internet dan mayoritas waktu Anda dihabiskan bekerja dari rumah (work from home). Namun, hal tersebut bisa dikategorikan sebagai keinginan untuk orang yang berbeda jika pekerjaan dan keberlangsungan hidupnya dirasa baik baik saja tanpa menggunakan koneksi internet.

Jawaban setiap orang tentu berbeda-beda. Tapi, jika Anda masih belum yakin, cara paling mudah untuk memastikan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan adalah dengan menerapkan 3 days rule, yaitu masa tunggu selama 3 hari di saat kita menginginkan sesuatu, untuk mengetahui apakah hal tersebut memang benar kebutuhan atau hanya keinginan semata.

Sebagai ilustrasi, Anda ingin membeli gadget dan laptop baru guna meningkatkan produktivitas meskipun gadget dan laptop yang dimiliki saat ini masih bisa digunakan, tetapi kurang menunjang kegiatan Anda sehari-hari. Sebelum memutuskan untuk membeli, bisa menerapkan metode 3 days rule terlebih dahulu. Jika setelah tiga hari ternyata kegiatan Anda berjalan baik-baik saja dengan menggunakan barang yang lama, bisa dikatakan hal tersebut belum bisa dikategorikan sebagai kebutuhan. Sebaliknya, jika dalam tiga hari Anda merasa yakin membutuhkan upgrade gadget karena terjadi kendala seperti performa barang saat ini menghambat kegiatan dan produktivitas Anda, bisa jadi hal ini merupakan suatu kebutuhan.

Lalu, Apa yang Harus Kita Lakukan untuk Perencanaan Keuangan Setelah Kita Dapat Membedakan Kedua Hal Tersebut?

Setelah berhasil memilah antara kebutuhan dan keinginan, kita bisa memulai untuk membuat rencana keuangan dengan menggunakan rumus 50/30/20, agar besaran pemasukan dan pengeluaran bisa seimbang serta memiliki tabungan. Dengan rumus ini, 50% dari penghasilan disisihkan untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan seperti, untuk tujuan dana pensiun, dana darurat, proteksi jiwa & kesehatan, serta investasi.

Baca JugaDana Darurat, Asuransi atau Investasi: Mana yang Lebih Penting Didahulukan?

Dengan menggunakan cara ini, kita bisa memastikan keberlangsungan hidup tetap terjaga karena separuh pemasukan kita dialokasikan untuk hal-hal yang bersifat esensial. Di saat yang sama, Anda juga tidak perlu khawatir melakukan pengeluaran yang tak perlu karena sudah mengalokasikan porsi yang cukup besar untuk keinginan. Masa depan pun terjamin karena sudah punya alokasi tersendiri.

Salah satu solusi mewujudkan keinginan dan menjamin masa depan yang lebih baik adalah dengan memiliki produk MiWealth Assurance (MiWA) dari Manulife Indonesia. Melalui produk ini, kita bisa mendapatkan manfaat investasi dan proteksi yang optimal dengan 100% alokasi investasi mulai dari tahun pertama, tambahan investasi 1% dari nilai polis setiap 3 tahun mulai dari tahun ke-6, tambahan alokasi investasi sebesar 102% dari premi dasar mulai tahun ke-8, serta perlindungan dari risiko penyakit kritis dan meninggal dunia. Semua manfaat ini bisa didapatkan dalam 1 produk, MiWealth Assurance.

Menggunakan strategi perencanaan keuangan ini, Anda bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dengan segala kebutuhan yang terpenuhi, keinginan yang tercapai, dan masa depan yang mapan.

Diskusikan Kebutuhan Anda dengan Kami!

  • Saya

    Manulife

  • Saya setuju memberikan data pribadi Saya kepada Manulife Indonesia dan telah membaca Kebijakan Privasi Manulife Indonesia. Selanjutnya, Saya bersedia untuk dihubungi oleh Manulife Indonesia melalui media komunikasi pribadi Saya sesuai hari dan jam operasional yang berlaku di Manulife Indonesia.

  • Dengan ini Saya setuju memberikan data pribadi Saya kepada Manulife Indonesia dan Saya memberikan persetujuan kepada Manulife Indonesia untuk menghubungi Saya melalui media komunikasi pribadi Saya untuk memperoleh penawaran atas produk Manulife Indonesia dan/atau kegiatan pemasaran lainnya

  • Ini adalah kolom yang harus diisi
  • Terima kasih telah menghubungi Manulife Indonesia.

    Kami akan segera merespon pesan Bapak/Ibu pada jam operasional kami.

     

    Siap Menunggu

    Error Page

    Wah, tampaknya ada yang salah!

    Error: 

    Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.

    Temukan Artikel Lainnya


    Tentang Manulife

    Manulife Indonesia melayani sekitar 2 juta nasabah di Indonesia

    Selengkapnya


    Layanan

    MiEClaim: Solusi Pengajuan Klaim Ringkas Tanpa Kertas, Dimana Saja, Kapan Saja

    Selengkapnya


    Artikel

    Kumpulan artikel Manulife Indonesia.

    Lihat Artikel Lainnya