Memastikan
Lewati ke konten utama Lewati ke konten notifikasi
Back

3 Langkah Menuju Masa Pensiun Sejahtera

 

Istilah generasi ‘sandwich’ belakangan ini umum digunakan buat menggambarkan orang-orang yang harus bertanggung jawab atas generasi di atas dan di bawah mereka. Di masa produktif, mereka harus menanggung biaya hidup orang tua dan anaknya sekaligus. Nah, Anda tidak mau kan anak cucu kesayangan Anda harus mengalami nasib serupa? Salah satu cara memutus rantainya adalah dengan melakukan persiapan pensiun sedini dan sebaik mungkin.

Bagi Anda yang sudah berkeluarga tapi masih jauh dari usia pensiun, wajar saja kalau belum banyak terpikirkan apa saja yang harus disiapkan untuk hari tua nanti. Tapi jangan menunggu sampai anak-anak terlanjur dewasa dan tinggal dengan keluarganya masing-masing. Kalau di tahap ini Anda belum punya bekal, bisa jadi generasi penerus Anda akan terjebak juga menjadi generasi sandwich.

Selain itu, untuk Anda sendiri, persiapan pensiun juga bisa membawa manfaat yang tak ternilai kelak. Berdasarkan Asosiasi Psikologi Amerika Serikat (APA), dikutip Verywell Mind, sebanyak 72% orang dewasa merasa khawatir soal keuangan, dan itu bisa menjadi beban psikologis untuk Anda. Lebih sedikit beban pikiran, lebih kecil juga risiko kesehatan yang datang di usia lanjut.

Belum lagi, perencanaan sejak dini juga memberikan gambaran lebih jelas tentang keputusan finansial dan karier Anda. Misalnya, memasuki masa persiapan pensiun, Anda bisa mulai mempertimbangkan jumlah tabungan yang diperlukan saat merencanakan budget pengeluaran sehari-hari.

Jadi, kalau pertanyaan Anda ‘kapan waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun?’, jawabannya adalah sesegera mungkin. Tapi bagaimana cara memulainya dan hal apa saja yang harus diperhatikan? Simak tips di bawah ini!

1. Menghitung Kebutuhan Dana Pensiun

Dana pensiun jelas menjadi hal pertama yang harus diperhatikan. Tempat Anda bekerja mungkin sudah memiliki program pensiun, terutama jika Anda berkarier di Badan Usaha Milik Negara atau di pemerintahan. Tapi dana dari program tersebut biasanya belum mencukupi, apalagi jika Anda ingin memberikan peninggalan berharga untuk generasi penerus. Lalu berapa banyak dana yang harus Anda sisihkan di masa produktif?

Sebagai contoh, seandainya ingin pensiun di usia 55 tahun dan mengasumsikan harapan hidup orang Indonesia rata-rata 75 tahun, seseorang harus mempersiapkan dana untuk biaya hidup 20 tahun.

Dengan asumsi ini, katakanlah saat ini Anda berusia 30 tahun dan membutuhkan biaya hidup Rp5 juta per bulan, berarti Anda harus mengantongi Rp60 juta per tahun atau Rp1,8 miliar untuk 20 tahun, tanpa menghitung inflasi. Jika menghitung dengan inflasi 5%, angka Rp60 juta tersebut akan melampaui Rp500 juta di awal masa pensiun Anda kelak, dengan asumsi gaya hidup yang sama. Angka yang cukup besar, bukan?

Baca JugaPahami Risiko Mencairkan Dana Pensiun Terlalu Dini

2. Mulai Menabung dan Berinvestasi

Karena jumlah dana pensiun yang dibutuhkan cukup besar, maka di usia produktif Anda lebih baik mulai menabung. Walau sudah menyisihkan 8 persen dari gaji untuk JHT BPJS Ketenagakerjaan dan produk DPLK, jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk menjamin hari tua kelak. Akan lebih baik jika Anda menyisihkan 15-20 persen dari total pendapatan Anda untuk dana pensiun.

Persentase yang direkomendasikan kebetulan bertepatan dengan metode budgeting 50/30/20 yang populer, di mana Anda membagi pengeluaran menjadi 50% kebutuhan, 30% keinginan, dan 20% tabungan. Jadi, Anda bisa berangkat dari metode tersebut sebagai patokan dasar dan menyesuaikan detailnya sesuai dengan kondisi Anda saat ini. Mulai kurangi pengeluaran yang tidak perlu, dan giatkan menabung.

Tabungan saja tidak akan cukup untuk memenuhi dana yang dibutuhkan. Idealnya, Anda juga memiliki investasi. Anda bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi sejak dini, mulai dari investasi yang minim risiko seperti obligasi pemerintah atau deposito.

Sebagai contoh, investasi dimulai sejak usia 30 tahun dengan investasi sebesar 12% penghasilan, dengan return 10% per tahun. Jika Anda berpenghasilan Rp20 juta sehingga menabung di Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) sejumlah Rp2,5 juta, Anda akan mendapatkan Rp3,1 miliar saat pensiun. Jika dana tersebut kemudian dimasukkan ke obligasi atau deposito, Anda akan mendapatkan Rp16-22 juta per bulan, setara dengan gaji Anda saat ini, setelah pensiun.

Karyawan yang sudah menyisihkan sebagian gajinya untuk BPJS Ketenagakerjaan atau DPLK cukup menambahkan hingga genap jadi 12%. Kemudian, strategi ini bisa disesuaikan seiring usia. Misalnya, di usia 30-an lebih banyak dalam bentuk saham atau reksa dana saham, di usia 40-an di reksa dana pendapatan tetap atau obligasi negara, dan di usia 55 sepenuhnya dalam bentuk reksa dana pasar uang atau deposito seperti digambarkan sebelumnya.

Baca JugaDana Darurat, Asuransi atau Investasi: Mana yang Lebih Penting Didahulukan?

3. Miliki Asuransi untuk Perlindungan Dana Pensiun

Setiap orang tentu ingin menikmati masa pensiun sejahtera bersama pasangan atau keluarganya tercinta. Namun perlu disadari bahwa setiap rencana memiliki risiko. Jika terjadi risiko meninggal dunia sebelum pensiun, maka pasangan yang ditinggalkan dapat kehilangan dana pensiun yang diharapkan. Itulah mengapa penting untuk memiliki asuransi yang dapat mengembangkan dan sekaligus melindungi dana pensiun Anda di hari tua.

Anda bisa mencoba produk perlindungan hari tua dari Manulife Indonesia seperti MiFuture Income Protector (MiFIP). Produk ini memberikan kepastian Dana Mapan di hari tua dan penghasilan tetap setiap tahun hingga 600% dari Dana Mapan. Selain itu MiFIP juga memiliki perlindungan dari risiko kematian dan kecelakaan hingga 100 persen dari Dana Mapan. Langsung hubungi saja Life Planner kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Persiapan pensiun memang mudah untuk dikesampingkan mengingat kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat. Namun, mari kita mulai bersiap sedini mungkin demi ketenangan kita sendiri kelak dan juga masa depan keluarga serta anak cucu kesayangan kita.

Rencanakan Masa Depan Anda dengan Kami!

  • Saya

    Manulife

  • Saya setuju memberikan data pribadi Saya kepada Manulife Indonesia dan telah membaca Kebijakan Privasi Manulife Indonesia. Selanjutnya, Saya bersedia untuk dihubungi oleh Manulife Indonesia melalui media komunikasi pribadi Saya sesuai hari dan jam operasional yang berlaku di Manulife Indonesia.

  • Dengan ini Saya setuju memberikan data pribadi Saya kepada Manulife Indonesia dan Saya memberikan persetujuan kepada Manulife Indonesia untuk menghubungi Saya melalui media komunikasi pribadi Saya untuk memperoleh penawaran atas produk Manulife Indonesia dan/atau kegiatan pemasaran lainnya

  • Ini adalah kolom yang harus diisi
  • Terima kasih telah menghubungi Manulife Indonesia.

    Kami akan segera merespon pesan Bapak/Ibu pada jam operasional kami.

     

    Siap Menunggu

    Error Page

    Wah, tampaknya ada yang salah!

    Error: 

    Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.

    Temukan Artikel Lainnya


    Tentang Manulife

    Manulife Indonesia melayani sekitar 2 juta nasabah di Indonesia

    Selengkapnya


    Layanan

    MiEClaim: Solusi Pengajuan Klaim Ringkas Tanpa Kertas, Dimana Saja, Kapan Saja

    Selengkapnya


    Artikel

    Kumpulan artikel Manulife Indonesia.

    Lihat Artikel Lainnya