Informasi Layanan Counter Manulife Indonesia

Merujuk pada kondisi pandemi yang terus berlangsung, dengan ini diinformasikan layanan Counter Manulife di Jakarta serta area Jawa dan Bali akan kembali beroperasi pada tanggal 13 September 2021. Anda tetap dapat menguhubungi Manulife Indonesia melalui Manulife Customer Contact Center (021) 2555 7777 dan/atau email CustomerServiceID@manulife.com. Informasi terkini disini.

Selengkapnya
Informasi Layanan Counter Manulife Indonesia

Merujuk pada kondisi pandemi yang terus berlangsung, dengan ini diinformasikan layanan Counter Manulife di Jakarta serta area Jawa dan Bali akan kembali beroperasi pada tanggal 13 September 2021. Anda tetap dapat menguhubungi Manulife Indonesia melalui Manulife Customer Contact Center (021) 2555 7777 dan/atau email CustomerServiceID@manulife.com. Informasi terkini disini.

Selengkapnya
Memastikan
Lewati ke konten utama Lewati ke konten notifikasi
Back

Asuransi Kesehatan Keluarga Yang Tepat Untuk Pasangan Baru

Asuransi Keluarga

Menikah adalah momen berharga dalam hidup. Bagi Anda yang baru saja menikah, atau merencanakan pernikahan, ada satu hal yang perlu Anda pertimbangkan bersama pasangan, yaitu: memilih asuransi yang tepat. Ketika mulai membangun rumah tangga, mungkin asuransi kesehatan keluarga belum menjadi prioritas utama

Wajar jika Anda akan terdorong untuk membeli rumah terlebih dahulu, memiliki kendaraan pribadi, atau bahkan mempersiapkan kedatangan si buah hati. Namun, ketika berbicara tentang memiliki asuransi untuk keluarga, Anda berpikir “Kami semua sehat-sehat saja.”

Padahal, mendiskusikan asuransi di masa-masa awal pernikahan, akan memberikan ketenangan pikiran akan masa depan. Bayangkan jika Anda atau pasangan terserang penyakit kritis hingga tidak mampu lagi bekerja. Artinya, sumber pendapatan keluarga berkurang. Apalagi, jika situasi itu terjadi pada pencari nafkah utama yang tidak memiliki asuransi. Dapatkah Anda bayangkan seberapa besar dampaknya bagi keluarga?

 

Pilih Asuransi Kesehatan atau Asuransi Penyakit Kritis?

Yang mana yang perlu didahulukan, asuransi kesehatan atau penyakit kritis? Mari kita cek bersama-sama.

1. Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan adalah instrumen asuransi pertama yang perlu Anda miliki. Mungkin Anda dan pasangan sudah memiliki asuransi sebelumnya saat masih sendiri. Namun, ketika ikrar hidup bersama sudah terucap, artinya Anda harus mulai memikirkan asuransi kesehatan keluarga sebagai prioritas utama.

Salah satu alasan pasangan muda menunda memiliki asuransi adalah karena mereka menunggu untuk memiliki anak terlebih dahulu. Padahal, salah satu elemen asuransi kesehatan keluarga adalah manfaat melahirkan. Tentunya, asuransi bisa meringankan beban tagihan rumah sakit ketika momen melahirkan tiba.

Menurut situs alodokter, biaya melahirkan normal di Indonesia mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 15 juta. Sementara biaya persalinan caesar berkisar antara Rp 11 juta hingga Rp 50 juta. Biaya itu bervariasi tergantung dari rumah sakit penyelenggara, kelas perawatan, obat-obatan, dan tindakan medis yang dilakukan selama proses persalinan. Artinya, Anda dan pasangan didorong untuk menyiapkan dana darurat 20%-30% dari perkiraan biaya persalinan di atas.

Dengan biaya yang relatif tidak murah, asuransi kesehatan keluarga dapat memberikan jaminan perawatan biaya persalinan. Pada produk asuransi MiUltimate Health Care dari Manulife Indonesia, 

Tertanggung akan memperoleh manfaat hingga Rp 50 juta untuk biaya persalinan. Alhasil, dana darurat yang Anda persiapkan bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.

Diskusikan perlindungan Anda sekarang!

2. Asuransi Penyakit Kritis

Pada dasarnya, asuransi penyakit kritis merupakan bagian dari asuransi kesehatan keluarga. Namun yang membedakannya adalah asuransi penyakit kritis memberikan manfaat tambahan yang jauh lebih spesifik. Asuransi ini menanggung penyakit berbahaya yang membutuhkan biaya besar, berakibat fatal dan berujung pada risiko kematian. 

Mengapa asuransi penyakit kritis menjadi penting saat ini? Sadar atau tidak, risiko penyakit kritis atau dikenal dengan istilah degeneratif bisa mengintai siapa saja, termasuk kelompok usia produktif. Contohnya, penyakit penyempitan pembuluh darah atau kardiovaskular seperti jantung.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi penyakit jantung pada kelompok usia 25-34 tahun, mencapai 1,4%, sementara pada kelompok usia 35-44 tahun mencapai 3,7% per 1.000 penduduk.

Lebih lanjut, masih menurut survei yang sama, setidaknya 15 dari 1000 orang atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit ini. Bayangkan, Itu baru satu penyakit. Masih ada penyakit degeneratif lain dengan angka pravelensi yang cukup tinggi, sebut saja stroke dan diabetes. 

Yang patut disadari mengenai risiko penyakit kritis adalah biaya kesehatan yang dihabiskan. Asal tahu saja, biaya operasi bypass atau pasang ring jantung mampu menguras kocek hingga sekitar Rp 300 juta di rumah sakit swasta. Penyakit ini cenderung membuat penderitanya sakit berkepanjangan. Bukan tidak mungkin, penderita tidak produktif lagi dalam bekerja dan akhirnya kehilangan pekerjaan. 

Di situlah peranan dari asuransi penyakit kritis. Secara garis besar, asuransi jenis ini membantu Anda dan pasangan menghindari kemerosotan finansial. Dia berfungsi untuk memberikan biaya pengganti dari hilangnya suatu penghasilan. 

Nah, asuransi lain yang bisa menjadi pertimbangan adalah MiUltimate Critical Care dari Manulife Indonesia. Asuransi ini memberikan perlindungan terhadap setidaknya 50 jenis penyakit kritis. Masa pembayaran premi pun relatif singkat, yaitu lima tahun, namun Anda bisa mendapatkan manfaat hingga 20 tahun ke depan.

Ilustrasinya seperti ini. Budi, 42 tahun, telah membayar premi MiUltimate Critical Care selama 3 tahun. Tahun keempat, ia didiagnosa dokter terserang stroke stadiumakhir yang membuat kemampuan fisiknya terbatas. Dari ilustrasi di atas, apa yang akan diperoleh Budi? Setidaknya, ada tiga skenario. 

Pertama, Budi akan menerima manfaat berupa 100% uang pertanggungan + 100% total premi yang telah dibayarkan. Kedua, jika penyakit stroke itu menyebabkan Budi meningal dunia, keluarga akan mendapat manfaat sebesar 160% dari total premi yang dibayar. Ketiga, jika Budi sehat-sehat saja sampai masa premi habis, ia masih memperoleh 160% dari total premi yang dibayarkan.

 

Tips Sebelum Membeli Asuransi Keluarga

Lantas, jika Anda dan pasangan sudah berencana memiliki asuransi kesehatan keluarga yang sudah dijelaskan di atas, yuk kita simak tiga tips ini sebelum membeli.

1. Pahami Riwayat Kesehatan

Sudah lazim untuk membicarakan riwayat kesehatan Anda dan pasangan di masa awal pernikahan. Ini termasuk mencatat berbagai kebiasaan tidak sehat, seperti merokok, konsumsi junk food, jarang berolahraga, dan lainnya.

Ini penting agar Anda bisa mengkalkulasi biaya darurat yang dibutuhkan di masa depan. Lakukan medical check up berkala untuk mengetahui risiko penyakit yang akan timbul. Sebab, sebagian besar penyakit datang tanpa memiliki gejala serius.

2. Cari Perlindungan Maksimal

Penting untuk mencari asuransi keluarga dengan perlindungan maksimal. Sebagian asuransi, seperti MiUltimate Healtcare, memberikan manfaat kepada Tertanggung dengan batas usia hingga 110 tahun. Usia ini dianggap melebihi rata-rata harapan hidup orang Indonesia yang mencapai 71,4 tahun.  

3. Bayar Sesuai Kondisi Finansial

Asuransi keluarga, termasuk pula asuransi penyakit kritis memang tidak murah. Karena itu, jika Anda dan pasangan berencana memiliki asuransi ini, penting untuk mengecek kemampuan bujet bulanan untuk membayar premi. Anda pun bisa membayarnya secara tahunan. 

Dengan memiliki kedua asuransi ini untuk Anda dan pasangan, setidaknya Anda sudah memberikan rasa aman dalam keluarga. Tinggal bagaimana Anda merealisasikan rencana-rencana lainnya yang Anda dan pasangan inginkan. Selamat menempuh hidup baru!

Mari diskusikan perlindungan kesehatan Anda dengan Agen Kami

  • Saya

    Manulife

  • Saya setuju memberikan data pribadi Saya kepada Manulife Indonesia dan telah membaca Kebijakan Privasi Manulife Indonesia. Selanjutnya, Saya bersedia untuk dihubungi oleh Manulife Indonesia melalui media komunikasi pribadi Saya sesuai hari dan jam operasional yang berlaku di Manulife Indonesia.

  • Dengan ini Saya setuju memberikan data pribadi Saya kepada Manulife Indonesia dan Saya memberikan persetujuan kepada Manulife Indonesia untuk menghubungi Saya melalui media komunikasi pribadi Saya untuk memperoleh penawaran atas produk Manulife Indonesia dan/atau kegiatan pemasaran lainnya

  • Ini adalah kolom yang harus diisi
  • Terima kasih telah menghubungi Manulife Indonesia.

    Kami akan segera merespon pesan Bapak/Ibu pada jam operasional kami.

     

    Siap Menunggu

    Error Page

    Wah, tampaknya ada yang salah!

    Error: 

    Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.

    Temukan Artikel Lainnya


    Tentang Manulife

    Manulife Indonesia melayani lebih dari 2,5 juta nasabah di Indonesia

    Selengkapnya


    Layanan

    Ketahui lebih lanjut mengenai Polis ataupun pengelolaannya.

    Selengkapnya


    Artikel

    Kumpulan artikel Manulife Indonesia.

    Lihat Artikel Lainnya