Informasi Layanan Counter Manulife Indonesia

Merujuk pada kondisi pandemi yang terus berlangsung, dengan ini diinformasikan layanan Counter Manulife di Jakarta serta area Jawa dan Bali akan kembali beroperasi pada tanggal 13 September 2021. Anda tetap dapat menguhubungi Manulife Indonesia melalui Manulife Customer Contact Center (021) 2555 7777 dan/atau email CustomerServiceID@manulife.com. Informasi terkini disini.

Selengkapnya
Informasi Layanan Klaim Manulife Indonesia

Mulai tanggal 1 Desember 2021, fasilitas pengajuan klaim melalui email Claimsubmissionid@manulife.com dan GLH_Claim_id@manulife.com  akan dialihkan ke platform digital MiEClaim. Informasi terkini di sini.

 

Selengkapnya
Informasi Layanan Counter Manulife Indonesia

Merujuk pada kondisi pandemi yang terus berlangsung, dengan ini diinformasikan layanan Counter Manulife di Jakarta serta area Jawa dan Bali akan kembali beroperasi pada tanggal 13 September 2021. Anda tetap dapat menguhubungi Manulife Indonesia melalui Manulife Customer Contact Center (021) 2555 7777 dan/atau email CustomerServiceID@manulife.com. Informasi terkini disini.

Selengkapnya
Informasi Layanan Klaim Manulife Indonesia

Mulai tanggal 1 Desember 2021, fasilitas pengajuan klaim melalui email Claimsubmissionid@manulife.com dan GLH_Claim_id@manulife.com  akan dialihkan ke platform digital MiEClaim. Informasi terkini di sini.

 

Selengkapnya
Memastikan
Lewati ke konten utama Lewati ke konten notifikasi
Back

Kenali Kebutuhan Asuransi Berdasarkan Fase Kehidupan

 

Dalam perencanaan keuangan, alokasi dana untuk manajemen risiko tentu menjadi hal yang sangat penting. Karena tanpa manajemen risiko yang baik, seorang bisa saja kehilangan dana dalam jumlah besar atau bahkan asetnya sendiri, ketika menghadapi musibah dalam hidupnya.

Secara garis besar, manusia memiliki fase dalam hidupnya. Perencanaan keuangan pun sudah ada di saat mereka terlahir di dunia ini.

Tahapan hidup pertama kerap dikenal dengan fase ketergantungan, di mana kita masih bergantung dengan orang tua untuk hidup. Di masa itu, orang tua kita melakukan perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan pokok kita dan kebutuhan lain yang menyangkut proteksi hingga pendidikan.

Seiring dengan berjalannya waktu, kita pun tumbuh dewasa dan memulai kehidupan karier kita. Di sanalah terjadi perubahan kebutuhan akan proteksi yang harus kita penuhi.

Dalam artikel ini, kita akan mencari tahu lebih lanjut seputar kebutuhan proteksi setiap orang yang didasari dari tahapan hidup mereka.

First Jobber dan Belum Menikah

Status first jobber kerap disebut dengan tahapan hidup di mana kita mulai melepaskan ketergantungan terhadap orangtua. Akan tetapi, penghasilan seorang first jobber umumnya tidaklah besar karena pengalaman kerja mereka juga masih minim.

Dengan penghasilan yang kita miliki, beberapa di antara kita berani memilih untuk menyewa hunian dan membiayai hidup kita sendiri. Namun, tidak sedikit pula dari kita yang sudah menanggung biaya hidup orang tua di fase ini, atau sebaliknya yaitu masih bergantung untuk hal-hal tertentu.

Kebutuhan Asuransi untuk first jobber akan sangat bergantung pada kondisi keuangan mereka.

Jika memang first jobber tersebut tidak memiliki tanggungan sama sekali dalam artian masih tinggal dengan orang tua dan berpenghasilan, maka setidaknya Asuransi yang dimilikinya adalah Asuransi kesehatan. Lantas apa kabarnya jika dia sudah memiliki tanggungan? tentunya wajib bagi mereka untuk memiliki Asuransi jiwa.

Dikarenakan penghasilannya yang tergolong rata-rata, Asuransi jiwa term life atau proteksi jiwa berjangka tentu bisa menjadi pilihan. Dengan premi yang lebih terjangkau, seseorang dapat memilih besarnya Uang Pertanggungan (UP) sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Menikah dan Membangun Keluarga

Ketika seorang memutuskan untuk menikah dan menjadi kepala keluarga, maka akan ada risiko hilangnya pendapatan yang terjadi jika si kepala keluarga meninggal dunia atau tidak lagi bisa mencari nafkah karena musibah lainnya. Saat peristiwa ini terjadi, kualitas kehidupan keluarga yang ditinggal bisa menurun drastis.

Mereka pun bisa saja terlilit utang karena utang juga akan diwariskan ke ahli waris apabila pewaris masih memiliki utang tertunggak.

Tidaklah bijak untuk membiarkan situasi ini terjadi ke keluarga yang kita tinggal. Oleh karena itu, kepala keluarga tentu wajib terlindungi dengan Asuransi jiwa.

Tak hanya si pencari nafkah, pasangan hidup pun harus terlindungi dengan baik. Mendaftarkan dirinya ke Asuransi kesehatan sedini mungkin tentu memiliki banyak manfaat. Kita pun bisa memperluas perlindungan dengan Asuransi tambahan (rider), misalnya berupa manfaat persalinan, manfaat terhadap penyakit kritis, atau manfaat lainnya.

Ketika buah hati hadir dalam keluarga, pengeluaran pun tentu bertambah. Seiring beranjaknya usia anak, biayanya pun semakin menanjak.

Dengan pengeluaran dan kapasitas finansial yang sudah meningkat, maka kita bisa mempertimbangkan penambahan manfaat Uang Pertanggungan (UP), atau pembaharuan manfaat proteksi dari term life menjadi whole life yang memberi proteksi seumur hidup.

Bagi Anda yang juga menginginkan Asuransi dengan fitur investasi, bisa mempertimbangkan Asuransi unit link. Adapun alternatif Asuransi lain yang bisa dipilih adalah Asuransi jiwa yang memiliki fitur tabungan dana pensiun agar kebutuhan dana di masa tua nanti bisa terakumulasi dengan cepat.

Jangan lupa pula bahwa, buah hati mereka juga membutuhkan perlindungan terkait risiko yang membahayakan kesehatannya. Asuransi kesehatan untuknya juga harus mulai dipertimbangkan secepatnya.

Baca Juga: Kenali 3 Tipe Ahli Waris Untuk Asuransi Anda

Masa Mapan dan Pensiun

Pada dasarnya, Asuransi tidak hanya bisa melindungi diri individu melainkan juga aset-aset yang mereka miliki, seperti kendaraan dan tempat tinggal.

Kebutuhan akumulasi aset ini akan jadi peninggalan berharga untuk anak cucu kita nantinya, sehingga kemapanan yg kita miliki saat ini dapat terus dinikmati generasi selanjutnya, seperti yang ditawarkan dari produk MiPrecious. Produk asuransi jiwa dwiguna ini memiliki masa Pertanggungan 30 atau 50 tahun.

Seperti itulah tinjauan kebutuhan Asuransi yang didasarkan dari tahapan-tahapan hidup seseorang. Pada intinya, Asuransi memang harus dimiliki di saat usia kita masih produktif atau masih muda.

Semakin dini kita memulai kepesertaan diri di Asuransi, makin murah pula premi yang kita bayarkan. Makin murah premi, makin terkontrol pula pengeluaran rutin bulanan kita.

Ketika pengeluaran kita terkontrol, maka makin mudah pula bagi kita untuk mewujudkan cita-cita bebas finansial dan memiliki masa tua yang tenang.

Rencanakan Proteksi Berdasarkan Fase Kehidupan Anda!

  • Saya

    Manulife

  • Saya setuju memberikan data pribadi Saya kepada Manulife Indonesia dan telah membaca Kebijakan Privasi Manulife Indonesia. Selanjutnya, Saya bersedia untuk dihubungi oleh Manulife Indonesia melalui media komunikasi pribadi Saya sesuai hari dan jam operasional yang berlaku di Manulife Indonesia.

  • Dengan ini Saya setuju memberikan data pribadi Saya kepada Manulife Indonesia dan Saya memberikan persetujuan kepada Manulife Indonesia untuk menghubungi Saya melalui media komunikasi pribadi Saya untuk memperoleh penawaran atas produk Manulife Indonesia dan/atau kegiatan pemasaran lainnya

  • Ini adalah kolom yang harus diisi
  • Terima kasih telah menghubungi Manulife Indonesia.

    Kami akan segera merespon pesan Bapak/Ibu pada jam operasional kami.

     

    Siap Menunggu

    Error Page

    Wah, tampaknya ada yang salah!

    Error: 

    Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.

    Temukan Artikel Lainnya


    Tentang Manulife

    Manulife Indonesia melayani lebih dari 2,5 juta nasabah di Indonesia

    Selengkapnya


    Layanan

    Panduan pembayaran Premi Manulife Indonesia

    Selengkapnya


    Artikel

    Kumpulan artikel Manulife Indonesia.

    Lihat Artikel Lainnya