Lewati ke konten utama
Back

Mapan Bukan Soal Pendapatan!

Utamakan Perlindungan, Utamakan Keluarga

Pernah dengar cerita mengenai seorang anak muda yang memiliki penghasilan Rp 27 juta perbulan, namun terbelit utang kartu kredit untuk membeli kopi? Cerita ini sempat viral beberapa waktu lalu, dan merupakan gambaran nyata bahwa mapan bukan soal pendapatan!

Percayakah Anda, bahwa orang yang memiliki pendapatan Rp 7 juta perbulan bisa jadi lebih mapan daripada orang yang berpenghasilan Rp 27 juta/bulan? Karena sejatinya soal mapan bukan bergantung pada penghasilan melainkan soal perencanaan. 

Jadi, bagaimana caranya supaya bisa mapan berapapun pendapatan yang dimiliki?

1. Keinginan vs kebutuhan

Kita harus bisa membedakan mana keinginan dan mana kebutuhan. Apakah kita butuh 5 pasang sepatu kerja? Perlukah membeli es kopi dari coffee shop setiap hari? Membedakan antara kebutuhan dengan keinginan akan membuat kita lebih bijak mengatur pengeluaran.

2. Investasi

Lakukan investasi agar aset terus bertambah dan finansial semakin kuat. Investasi adalah salah satu cara agar nilai uang kita tidak tergerus inflasi, mulailah berinvestasi sedini mungkin dan lakukan diversifikasi. Kenali jenis investasi dan tingkat risiko yang ada, serta pastikan instrumen investasi kita diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

3. Asuransi

Yang namanya kehidupan akan ada risiko, seperti sakit atau bahkan meninggal dunia. Miliki asuransi sebagai proteksi jangka panjang terhadap berbagai risiko kehidupan, bahkan dapat menjadi peninggalan berharga bagi orang terkasih di masa depan. 

4. Dana Darurat

Sesuai namanya, Dana Darurat adalah sejumlah yang akan digunakan dalam keadaan darurat. Dana darurat harus siap ketika situasi darurat atau genting terjadi, oleh sebab itu dana darurat harus likuid (mudah diubah menjadi uang kontan) dan mudah diakses. 

Temukan Artikel Lainnya


Tentang Manulife

Manulife Indonesia melayani lebih dari 2,5 juta nasabah di Indonesia

Selengkapnya


Layanan

Ketahui lebih lanjut mengenai Polis ataupun pengelolaannya.

Selengkapnya


Artikel

Apa jadinya jika masa depan sang buah hati lebih indah dari yang direncanakan?

Temukan Artikel Lainnya

Memastikan