Lewati ke konten utama
Back

Anak Bukan Celengan, Putuskan Rantai Sandwich Generation!

Anak Bukan Celengan, Putuskan Rantai Sandwich Generation!

Menikmati hari tua dengan nyaman dan tenang tanpa terbebani masalah finansial merupakan impian setiap orang. Terlebih lagi, melihat anak-anak sukses di kehidupan mereka yang akan datang, turut melengkapi kebahagiaan kehidupan orang tua di masa pensiun. Namun, apakah impian kita tersebut dapat terwujud dengan manis ditengah beragam kebutuhan keluarga dan rumah tangga, ditambah lagi dengan berbagai risiko kehidupan yang bisa datang kapan saja dan dimana saja?

Menurut data MISI (Manulife investor Sentiment Index) ke-10, tabungan pendidikan merupakan prioritas utama orang tua atau investor dalam mengelola keuangan. Tabungan pendidikan bahkan menempati porsi yang paling tinggi selain simpanan dana pensiun dan biaya kesehatan. Fakta yang menarik lainnya, masyarakat rela berutang yakni sebesar 28% yang dialokasikan untuk pendidikan anak sedangkan 34% lainnya untuk gaya hidup.

Sementara itu, data MISI (Manulife investor Sentiment Index) ke-6 menunjukkan hanya 5,34% masyarakat yang sudah memiliki program pensiun atau hanya sekitar 3,3 juta dari 120 juta populasi penduduk di Indonesia yang telah memikirkan hari tua mereka. Jumlah ini sangat kecil dan berpeluang memicu timbulnya lebih banyak lagi fenomena Sandwich Generation. Sebuah kondisi, dimana anak-anak kita kelak harus tetap membantu membiayai orang tua yang telah memasuki masa pensiun dan pada saat yang bersamaan juga harus memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga mereka sendiri.

Sandwich Generation dialami oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia karena berbagai faktor. Salah satu yang utama adalah minimnya pengetahuan mengenai perencanaan keuangan serta produk investasi yang tepat untuk masa depan sesuai kebutuhan. Selain itu, sudah menjadi tradisi dan hal yang biasa di Indonesia ketika seseorang membiayai keluarga dan orang tua secara bersamaan. Kondisi ini terus berulang di masyarakat kita dan seolah menjadi yang tidak putus-putus.

Sudah saatnya orang tua mengubah pemikiran bahwa Anak Bukanlah Celengan. Anak-anak tidak berkewajiban untuk menanggung biaya hidup orang tua di masa depan. Selain itu, orang tua tidak bisa mengharapkan “imbal hasil” atas seluruh biaya dan kewajiban yang sudah mereka keluarkan untuk anak-anak. Biarkanlah anak-anak kelak meraih kesuksesan mereka di masa mendatang sekaligus hidup bahagia dengan keluarga mereka nantinya.

Rantai Sandwich Generation ini harus diputus sekarang juga dengan kesadaran masyarakat untuk melek keuangan dan belajar lebih banyak tentang perencanaan keuangan yang tepat sedini mungkin. Langkah berikutnya, mencari informasi mengenai produk keuangan dan investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Dan, selalu ingat untuk menambahkan unsur proteksi dalam perencanaan keuangan kita agar kita dapat hidup dengan tenang meraih impian dan aspirasi kita tanpa perlu khawatir akan berbagai risiko kehidupan yang mungkin terjadi. Jika diperlukan, berkonsultasilah dengan penasehat keuangan maupun agen asuransi untuk membantu Anda memberikan solusi finansial yang tepat.

Hal yang juga tidak kalah penting, orang tua harus memberikan edukasi keuangan kepada sang buah hati sejak dini, misalnya menabung, investasi, asuransi, dan perencanaan keuangan. Tujuannya, agar mereka familiar dengan topik keuangan sekaligus memahami bagaimana mengelola keuangan yang tepat serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sejak dini.

Yuk, pastikan anak-anak dapat menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas finansial, dapat menikmati hidup di tengah berbagai risiko kehidupan dengan terproteksi oleh produk asuransi yang tepat, serta terputusnya lingkaran rantai Sandwich Generation

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk-produk asuransi Manulife jangan ragu untuk menghubungi Agen atau konsultan keuangan Anda serta contact center Manulife di nomor: (021) 2555 7777.

Temukan Artikel Lainnya


Tentang Manulife

Manulife Indonesia melayani lebih dari 2,5 juta nasabah di Indonesia

Selengkapnya


Layanan

Ketahui lebih lanjut mengenai Polis ataupun pengelolaannya.

Selengkapnya


Artikel

Apa jadinya jika masa depan sang buah hati lebih indah dari yang direncanakan?

Temukan Artikel Lainnya