Kanker payudara menjadi jenis kanker yang paling sering ditemukan di Indonesia, terutama pada perempuan. Data Globocan 2024 menunjukkan terdapat sekitar 93.236 kasus baru kanker payudara di Indonesia, atau sekitar 19,7% dari seluruh kasus kanker
Hanya sekitar 5% hingga 10% kasus kanker payudara yang disebabkan oleh mutasi genetik yang diwariskan, menurut American Cancer Society. Namun, jika mutasi tersebut ada—terutama pada gen BRCA1 dan BRCA2—risiko seorang wanita terkena kanker payudara dapat meningkat hingga 80%.
Jika Anda memiliki riwayat kanker payudara dalam keluarga (misalnya ibu, saudara perempuan, atau nenek), Anda mungkin menjadi kandidat untuk menjalani tes genetik, terutama jika anggota keluarga tersebut didiagnosis pada usia 50 tahun atau lebih muda. Perlu diketahui bahwa orang yang telah didiagnosis kanker sebaiknya menjalani tes terlebih dahulu, karena hasilnya kemungkinan besar akan mencerminkan risiko genetik yang juga dapat dimiliki anggota keluarga lainnya.
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan meliputi:
Perlu diingat bahwa memiliki riwayat keluarga bukan berarti Anda pasti akan terkena kanker payudara. Sebaliknya, tidak memiliki riwayat keluarga juga bukan berarti Anda sepenuhnya terbebas dari risiko. Jika Anda memiliki kekhawatiran, diskusikan dengan dokter dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan konselor genetik agar Anda dapat memahami pilihan yang tersedia serta manfaat dan risiko dari tes genetik tersebut.
Kanker payudara merupakan jenis kanker kedua yang paling umum terjadi pada wanita di Amerika Serikat setelah kanker kulit. Secara keseluruhan, rata-rata risiko seorang wanita mengalami kanker payudara sepanjang hidupnya adalah sekitar 1 dari 8 wanita. Kanker ini paling sering terjadi pada wanita usia paruh baya dan lanjut usia, dengan usia median saat diagnosis adalah 62 tahun.
Faktor Risiko Utama
Usia dan faktor genetik merupakan faktor risiko utama kanker payudara.
Faktor Risiko Lainnya
Faktor-faktor berikut juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara:
Penting untuk Diingat
Memiliki beberapa faktor risiko tidak berarti seorang wanita pasti akan terkena kanker payudara. Sebaliknya, memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki faktor risiko bukan jaminan perlindungan 100% terhadap kanker payudara.
Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga gaya hidup sehat, melakukan pemeriksaan payudara secara rutin, dan berkonsultasi dengan dokter jika memiliki kekhawatiran atau riwayat keluarga terkait kanker payudara
Baik Anda sendiri yang menyadari adanya perubahan mencurigakan pada payudara maupun dokter menemukan sesuatu yang tidak biasa saat pemeriksaan rutin atau skrining, proses diagnosis kanker payudara biasanya dimulai dengan pemeriksaan fisik oleh dokter untuk mencari tanda dan gejala kanker payudara.
Jika dokter menemukan benjolan atau hasil mammografi menunjukkan adanya area jaringan payudara yang abnormal, dokter kemungkinan akan merekomendasikan pemeriksaan lanjutan seperti USG (ultrasonografi) atau MRI (Magnetic Resonance Imaging).
Ultrasonografi (USG)
USG dapat membantu memastikan apakah benjolan yang ditemukan berupa:
USG juga dapat digunakan untuk mengevaluasi area abnormal yang terdeteksi melalui mammografi.
Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Meskipun tidak dilakukan secara rutin, MRI dapat digunakan untuk:
Biopsi Payudara
Jika benjolan yang ditemukan bersifat padat, dokter kemungkinan akan merekomendasikan biopsi payudara. Dalam prosedur ini, sejumlah kecil jaringan payudara diambil dan diperiksa di laboratorium.
Biopsi payudara dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:
1. Aspirasi Jarum Halus (Fine-Needle Aspiration)
Menggunakan jarum tipis untuk mengambil sampel jaringan atau cairan dari tumor.
2. Biopsi Jarum Inti (Core Needle Biopsy)
Menggunakan jarum yang lebih besar sehingga dapat mengambil potongan jaringan yang lebih banyak untuk dianalisis.
3. Biopsi Jarum Stereotaktik (Stereotactic Needle Biopsy)
Merupakan jenis biopsi jarum inti yang menggunakan peralatan pencitraan khusus untuk menentukan lokasi jaringan yang akan diambil secara lebih tepat.
4. Biopsi Bedah (Surgical Biopsy)
Melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh benjolan pada payudara untuk diperiksa lebih lanjut.
Jenis biopsi yang dipilih dokter akan bergantung pada berbagai faktor, termasuk lokasi benjolan, ukuran benjolan, dan kondisi lainnya.
Analisis Hasil Biopsi
Sampel jaringan yang diambil akan diperiksa oleh seorang spesialis yang disebut patolog (pathologist) menggunakan mikroskop.
Patolog akan menentukan:
Hasil biopsi merupakan langkah penting dalam menentukan diagnosis dan membantu dokter merencanakan pengobatan yang paling sesuai.
Diagnosis kanker bukan hanya perjalanan medis, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis dan finansial. Proses pemeriksaan, pengobatan, hingga perawatan jangka panjang seringkali memakan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, memikirkan perlindungan kesehatan penyakit kritis sejak dini menjadi langkah penting agar pasien dan keluarga dapat lebih fokus pada proses penyembuhan tanpa mengganggu finansial.
Perlindungan kesehatan menjadi bagian penting dalam perjalanan melawan kanker. Manulife Critical Care Protection menjadi sebuah solusi yang dapat memberikan perlindungan finansial terhadap risiko Penyakit Kritis.
Pada akhirnya, memahami pentingnya diagnosis awal pada kanker payudara menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan. Dengan deteksi dini melalui SADARI dan pemeriksaan klinis, maka peluang pengobatan yang efektif menjadi semakin besar. Selain itu, dukungan keluarga serta mengikuti saran dokter menjadi bagian penting dari perjalanan menuju kesembuhan. Jangan tunda pemeriksaan rutin dan pastikan untuk menyusun rencana perlindungan yang sesuai demi ketenangan hidup di masa depan.
Copyright © 2026 by Harvard University. Original work prepared by Harvard Health Publishing in English. Manulife is solely responsible for the accuracy and appropriateness of this translation.
The Bahasa version is a translation of the original in English for information purposes only. If there is any inconsistency or ambiguity between the Bahasa version and the English version, the English version shall prevail
Kami akan segera merespon pesan Bapak/Ibu pada jam operasional kami.
Error:
Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Kunjungi laman menarik lainnya:
Tentang Manulife
Manulife Indonesia melayani sekitar 2 juta nasabah di Indonesia