Informasi Layanan Counter Manulife Indonesia

Merujuk pada kondisi pandemi yang terus berlangsung, dengan ini diinformasikan layanan Counter Manulife di Jakarta serta area Jawa dan Bali akan kembali beroperasi pada tanggal 13 September 2021. Anda tetap dapat menguhubungi Manulife Indonesia melalui Manulife Customer Contact Center (021) 2555 7777 dan/atau email CustomerServiceID@manulife.com. Informasi terkini disini.

Selengkapnya
Informasi Layanan Counter Manulife Indonesia

Merujuk pada kondisi pandemi yang terus berlangsung, dengan ini diinformasikan layanan Counter Manulife di Jakarta serta area Jawa dan Bali akan kembali beroperasi pada tanggal 13 September 2021. Anda tetap dapat menguhubungi Manulife Indonesia melalui Manulife Customer Contact Center (021) 2555 7777 dan/atau email CustomerServiceID@manulife.com. Informasi terkini disini.

Selengkapnya
Memastikan
Lewati ke konten utama Lewati ke konten notifikasi
Back

7 "Obat" Finansial dari Pandemi COVID-19

7 Obat Finansial Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 yang terjadi sejak tahun 2020 membuat banyak perubahan pada kehidupan masyarakat, terutama di bidang finansial. Pandemi telah menciptakan resesi ekonomi, tidak hanya di dalam negeri, namun juga di tingkat global. 

Layaknya resesi ekonomi yang pernah terjadi dalam sejarah, tentunya membuat dampak finansial. Misalnya, pemotongan gaji yang meluas, tingkat pengangguran yang bertambah, bisnis yang sulit berkembang, dan angka kesempatan kerja yang berkurang.

Akan tetapi, situasi saat ini dapat kita hadapi dengan “obat” yang tepat untuk menjaga finansial tetap sehat.

Berikut 7 “obat” finansial tersebut.

1. Miliki Dana Darurat Sebelum Berinvestasi

Investasi adalah cara terbaik untuk meningkatkan dana sekaligus menyiapkan tabungan masa depan. Akan tetapi, tidak semua investasi mampu memberikan dana instan ketika  dalam keadaan darurat. Pandemi yang terjadi menuntut adanya dana liquid demi menghindari kebangkrutan finansial.

Di sinilah pentingnya dana darurat. Ia dapat memberi waktu untuk kembali bangkit ketika sumber penghasilan menurun. Sebagai pelajaran masa depan, idealnya kita menyimpan dana sebesar enam bulan  pengeluaran rutin ke dalam dana darurat. Jika keadaan darurat terjadi, setidaknya kita dapat bertahan selama enam bulan ke depan.

2. Tekan Penggunaan Kredit 

Ada orang yang menghabiskan 50% penghasilannya hanya untuk membayar kredit. Bayangkan jika orang tersebut mengalami pemutusan kerja saat ini, bagaimana ia bisa membayar utang kredit tersebut?

COVID-19 menyadarkan kita bahwa meskipun kita dapat mengambil kredit, tidak berarti kita harus menggunakannya untuk alasan finansial. Berbagai pihak menyarankan bahwa utang kredit tidak boleh lebih dari 20%-30% dari pendapatan bulanan bersih. Semakin rendah utang kredit, semakin baik bagi masa depan.

3. Pentingnya Punya Asuransi Kesehatan

Virus COVID-19 menyebabkan penyakit pernapasan akut, yang membutuhkan perawatan medis tingkat tinggi. Jangka waktu pengobatan biasanya berjalan selama beberapa minggu, belum lagi dengan serangkaian tes untuk mendeteksi keberadaan virus.

Untungnya, sampai saat ini, biaya medis virus Corona bagi pasien positif masih disubsidi oleh pemerintah. Bayangkan jika subsidi dihentikan, berapa tagihan rumah sakit jika harus menanggung semua biaya tersebut? Karena itu, selalu pertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatan swasta untuk kondisi finansial yang lebih aman. Salah satunya, seperti produk Asuransi Kesehatan MiUltimate HealthCare. Selain memberikan manfaat dasar perawatan rumah sakit, Anda juga bisa mendapatkan manfaat tambahan pilihan rawat jalan, rawat gigi, hingga manfaat tambahan melahirkan.

4. Atur Kembali Pengeluaran

Tak dapat dipungkiri, pandemi memiliki dampak besar pada perekonomian. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa Indonesia mengalami deflasi pada Juli hingga September 2020, yang artinya tingkat konsumsi masyarakat Indonesia melemah akibat pandemi.

Manulife Asia Care Survey pada November 2020 lalu pun menunjukkan kekhawatiran yang dirasakan 40% responden di Indonesia terhadap kemungkinan menurunnya kesejahteraan akibat COVID-19. 

Fakta ini seyogyanya menyadarkan kira untuk mengerem gaya hidup. Bukan soal sedikit atau banyaknya uang yang kita miliki, melainkan bagaimana kita menggunakannya. Cobalah untuk mereduksi pengeluaran gaya hidup hingga 20%. 

5. Buat Anggaran Pribadi

Anggaran pribadi adalah kunci finansial yang sehat. Ini akan memberikan wawasan tentang biaya tetap, biaya variabel, dan lainnya. Dengan adanya anggaran, kita bisa memprediksi keuangan di masa depan. Misalnya, kita bisa menilai secara cermat apakah mampu menerima tawaran kredit dari bank atau tidak.

Anggaran yang terencana dengan baik akan membantu kita memilah-milah kebutuhan yang tidak diperlukan. Jika sewaktu-waktu Anda mengalami pengurangan penghasilan akibat resesi ekonomi, kita tahu mana variabel pengeluaran yang bisa direduksi.

6. Diversifikasi Portofolio Investasi

Investor piawai selalu menyarankan satu hal: diversifikasi portofolio. Selama krisis finansial, ketika satu industri terkena dampak, yang lain biasanya naik. Misalnya saja, virus Corona telah mengerem laju moda transportasi, sehingga permintaan minyak turun drastis. Sebaliknya, pasar emas terus melonjak, yang membuat banyak investor berlindung pada minyak hitam ini.

Ini hanyalah secuil contoh bagaimana kondisi yang sama bisa memberikan dampak yang berbeda pada sektor yang berbeda. Jadi, sangat penting untuk mendistribusikan dana Anda ke berbagai instrumen investasi, seperti saham, komoditas, logam, dan lainnya. 

7. Pikirkan Sumber Pendapatan Kedua

Untuk menjaga agar pundi pendapatan terus mengalir, pekerjaan sampingan dapat membantu Anda mempertahankan laju finansial Anda. Seiring dengan perubahan permintaan, orang dengan lebih dari satu pekerjaan dapat bertahan hidup lebih baik daripada mereka yang memiliki satu pendapatan tetap.

Jadi, rencanakan kehidupan pribadi Anda untuk memiliki sumber pendapatan kedua dalam waktu dekat. Sama seperti investasi, mendiversifikasi penghasilan akan melindungi Anda dari segala krisis di masa depan.

Nah, itulah 7 “obat” finansial dari dampak COVID-19 tahun lalu yang berguna bagi rencana keuangan Anda tahun ini. Apakah Anda siap mengarungi tahun 2021 dengan perasaan optimis?

Rencanakan keuangan Anda dengan kami!

  • Saya

    Manulife

  • Saya setuju memberikan data pribadi Saya kepada Manulife Indonesia dan telah membaca Kebijakan Privasi Manulife Indonesia. Selanjutnya, Saya bersedia untuk dihubungi oleh Manulife Indonesia melalui media komunikasi pribadi Saya sesuai hari dan jam operasional yang berlaku di Manulife Indonesia.

  • Dengan ini Saya setuju memberikan data pribadi Saya kepada Manulife Indonesia dan Saya memberikan persetujuan kepada Manulife Indonesia untuk menghubungi Saya melalui media komunikasi pribadi Saya untuk memperoleh penawaran atas produk Manulife Indonesia dan/atau kegiatan pemasaran lainnya

  • Ini adalah kolom yang harus diisi
  • Terima kasih telah menghubungi Manulife Indonesia.

    Kami akan segera merespon pesan Bapak/Ibu pada jam operasional kami.

     

    Siap Menunggu

    Error Page

    Wah, tampaknya ada yang salah!

    Error: 

    Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.

    Temukan Artikel Lainnya


    Tentang Manulife

    Manulife Indonesia melayani lebih dari 2,5 juta nasabah di Indonesia

    Selengkapnya


    Layanan

    Panduan pembayaran Premi Manulife Indonesia

    Selengkapnya


    Artikel

    Kumpulan artikel Manulife Indonesia.

    Lihat Artikel Lainnya