Informasi Layanan Klaim Manulife Indonesia. Selengkapnya

Selengkapnya

Jadwal Layanan Operasional Manulife Indonesia & Manulife Syariah Indonesia.Selengkapnya.

Selengkapnya

Informasi Layanan Klaim Manulife Indonesia. Selengkapnya

Selengkapnya

Jadwal Layanan Operasional Manulife Indonesia & Manulife Syariah Indonesia.Selengkapnya.

Selengkapnya
Lewati ke konten utama Lewati ke konten notifikasi
Back

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Manulife: Kenali Modus Terbaru dan Cara Melindungi Diri 

Di tengah meningkatnya aktivitas digital, penipu kini semakin sering menggunakan berbagai cara untuk menyamar sebagai institusi resmi, termasuk perusahaan asuransi. Modus penipuan yang mengatasnamakan Manulife dapat merugikan secara finansial maupun membahayakan keamanan data pribadi.

Artikel ini membantu kita mengenali pola penipuan yang sedang marak serta langkah-langkah pencegahannya, berdasarkan perkembangan terkini di Indonesia.

Rencanakan Perlindungan Anda dengan Kami

Modus Penipuan yang Sedang Marak

  1. File dan Aplikasi Palsu Melalui WhatsApp
    Beberapa modus terbaru dilakukan melalui pengiriman file berformat .apk yang berpurapura sebagai undangan, surat tilang, pemberitahuan kurir, atau dokumen resmi. Jika file ini diunduh, pelaku dapat mencuri data pribadi dan mengakses akun keuangan korban. 
  2. Link Phishing yang Menyerupai Pesan Resmi
    Penipu mengirimkan pesan yang tampak kredibel, seolah-olah berasal dari bank atau perusahaan, berisi informasi seperti perubahan tarif atau ancaman pemblokiran akun. Link pada pesan tersebut mengarahkan korban ke situs palsu untuk mencuri data login dan OTP. 
  3. Grup WhatsApp Palsu Mengatasnamakan Investasi
    Banyak penipu membuat grup WhatsApp atau Telegram yang tampak profesional dan mengatasnamakan lembaga keuangan. Mereka menjanjikan imbal hasil tinggi dan meminta setoran awal melalui rekening pribadi. Praktik ini mirip dengan pola penipuan investasi bodong yang semakin marak. 
  4. Penawaran Lowongan Kerja atau Tugas Berhadiah
    Modus ini menawarkan “tugas sederhana berbayar”. Korban biasanya menerima sedikit uang di awal, lalu diminta mentransfer dana untuk “verifikasi”. Pada akhirnya, korban kehilangan uang tanpa menerima manfaat apa pun. 
  5. Menyamar sebagai Kontak atau Instansi Resmi
    Penipu bisa berpura-pura sebagai keluarga, teman, atau staf lembaga resmi dan meminta bantuan finansial mendesak. Praktik impersonation seperti ini sangat sering terjadi dan menargetkan pengguna dengan data yang sudah bocor.

Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Asuransi

Beberapa pola berikut kerap digunakan untuk menyasar pengguna layanan keuangan, termasuk asuransi:

  1. Penawaran polis dengan premi tidak wajar atau imbal hasil besar.
  2. Janji bonus atau cashback tinggi jika segera mentransfer dana.
  3. Penggunaan logo atau nama Manulife tanpa sumber resmi.
  4. Permintaan transfer ke rekening personal, bukan rekening perusahaan.
  5. Modus seperti ini juga sejalan dengan tren penipuan keuangan yang meningkat di Indonesia, termasuk fake call, phishing, dan penipuan investasi. 

Cara Melindungi Diri

Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu menjaga keamanan data dan finansial: 

  1. Jangan membuka link atau file dari sumber yang tidak dikenal.
    Banyak penipuan dimulai dari satu klik pada tautan atau file berbahaya. 
  2. Selalu cek dan verifikasi informasi melalui kanal resmi Manulife.
    Jangan menggunakan nomor kontak yang muncul dari pesan mencurigakan.
  3. Jangan memberikan OTP, PIN, password, atau data pribadi lainnya.
    Pihak resmi tidak akan pernah meminta informasi tersebut. 
  4. Waspada terhadap janji keuntungan besar atau imbal hasil cepat.
    Penawaran yang tampak terlalu bagus biasanya tidak benar. 
  5. Periksa nomor dan identitas pengirim sebelum merespons.
    Waspadai nomor asing, foto profil janggal, atau nama yang tidak konsisten.
  6. Jangan menerima atau tetap berada dalam grup WhatsApp yang tidak jelas asal-usulnya.
    Banyak modus penipuan memanfaatkan grup palsu yang mengatasnamakan lembaga resmi atau investasi. 

Kanal Resmi Manulife Indonesia

Situs resmi: www.manulife.co.id

Media sosial resmi Asuransi Jiwa Manulife Indonesia: 

 

Kami mengimbau agar seluruh informasi mengenai Manulife hanya diperoleh dari kanal resmi tersebut. Situs web, akun media sosial, aplikasi, atau platform apa pun yang mengatasnamakan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia di luar daftar ini tidak resmi, dan informasi yang dibagikan dapat menyesatkan.

Tetap berhatihati terhadap pesan atau informasi yang tidak berasal dari situs atau akun resmi Manulife. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia tidak bertanggung jawab atas kerugian atau dampak apa pun yang timbul akibat penipuan yang menggunakan nama Manulife.

Jika Anda menemukan hal yang mencurigakan atau ragu mengenai aplikasi, situs web, akun media sosial, individu, atau institusi yang mengklaim terhubung dengan Manulife, hubungi kami melalui email : CustomerServiceID@manulife.com atau telepon (021) 2555 7777

Jika Anda Mendapat Pesan Mencurigakan Mengatasnamakan Manulife

  1. Jangan merespons atau mengeklik tautan apa pun.
  2. Ambil tangkapan layar sebagai bukti.
  3. Laporkan ke kanal layanan resmi Manulife.
  4. Blokir nomor tersebut untuk mencegah pesan lanjutan. 
    Shape

Manulife berkomitmen untuk memberikan layanan yang aman dan andal. Dengan memahami berbagai modus penipuan yang marak saat ini, kita dapat lebih waspada dan melindungi diri dari ancaman digital. Apabila Anda menerima 
pesan atau penawaran mencurigakan yang mengatasnamakan Manulife, segera lakukan verifikasi melalui kanal resmi kami.

FAQ Edukasi Nasabah: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Manulife

Beberapa bentuk penipuan digital yang sering muncul melalui WhatsApp antara lain: 

  • File APK berbahaya yang disamarkan sebagai undangan, surat tilang, atau dokumen resmi. File ini dapat mencuri data pribadi atau mengambil alih perangkat.
  • Link phishing yang dibuat menyerupai pesan resmi dari bank atau institusi untuk memancing klik.
  • Impersonation dengan mengaku sebagai keluarga, teman, atau instansi tertentu untuk meminta uang atau data pribadi.

Modus yang sering mengatasnamakan Manulife biasanya meliputi:

  • Tawaran polis murah, cashback besar, atau imbal hasil tinggi yang tidak masuk akal.
  • Permintaan transfer ke rekening pribadi, bukan rekening resmi perusahaan.
  • Pesan WhatsApp atau telepon yang mengaku sebagai staf/agen Manulife tanpa identitas yang dapat diverifikasi. 

Penipu dapat membuat grup WhatsApp yang terlihat resmi menggunakan logo dan nama staf palsu. Umumnya, mereka menawarkan:

  • Program investasi dengan imbal hasil besar dalam waktu singkat.
  • Akses “program eksklusif” dengan syarat menyetor dana terlebih dahulu.

Modus ini umum ditemukan pada penipuan investasi digital. 

Waspadai tawaran seperti tugas like/subscribe berbayar, atau lowongan kerja palsu yang menjanjikan penghasilan mudah. Polanya biasanya:

  • Memberikan sedikit uang di awal untuk memancing kepercayaan.
  • Meminta korban mentransfer dana untuk “tahap berikutnya”.

Manulife tidak pernah menawarkan pekerjaan atau tugas berbayar melalui WhatsApp pribadi. 

Shape

Nasabah dapat melakukan verifikasi sederhana berikut: 

  • Periksa nomor pengirim — apakah nomor pribadi atau tidak dikenal.
  • Cocokkan dengan kanal resmi Manulife yang tercantum di website resmi.
  • Hindari mengklik link atau membuka file dari nomor yang tidak dikenal.

Tidak pernah.

Manulife tidak akan meminta:

  • Kode OTP
  • PIN
  • Password
  • Informasi sensitif lainnya

Permintaan seperti ini merupakan ciri kuat dari upaya phishing atau pengambilalihan akun. 

Jika menerima pesan yang terasa tidak wajar atau mencurigakan: 

  • Jangan mengklik link atau mengunduh file apa pun, terutama file .apk.
  • Jangan melakukan transfer dana ke rekening personal.
  • Ambil tangkapan layar pesan untuk dokumentasi.
  • Blokir nomor tersebut agar tidak bisa menghubungi kembali. 

Ya. Penipuan digital seperti impersonation, phishing, dan investasi bodong terus meningkat di Indonesia dan menyebabkan kerugian besar. Penipu semakin memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp untuk mengelabui masyarakat.

Nasabah dapat memperkuat keamanan pribadi dengan:

  • Selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi. 
  • Memastikan website yang dikunjungi adalah situs resmi. 
  • Tidak menginstal aplikasi dari sumber tidak dikenal.
  • Waspada terhadap penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, seperti hadiah besar atau return tinggi.

Jika Anda pernah memberikan data sensitif kepada pihak yang tidak dikenal, segera:

  • Mengganti seluruh password pada akun terkait. 
  • Menghubungi bank untuk memblokir rekening atau kartu jika diperlukan. 
  • Memantau aktivitas transaksi secara berkala. 
  • Melaporkan kejadian kepada pihak berwajib dan kanal pengaduan resmi pemerintah 

Melaporkan kejadian kepada pihak berwajib dan kanal pengaduan resmi pemerintahLangkah cepat dapat membantu meminimalkan risiko penyalahgunaan data. 

Rencanakan Perlindungan Dengan Life Planner

Temukan Artikel Lainnya


Tentang Manulife

Manulife Indonesia melayani sekitar 2 juta nasabah di Indonesia

Selengkapnya


Layanan

Layanan Digital Manulife

Selengkapnya


Artikel

Kumpulan artikel Manulife Indonesia.

Lihat Artikel Lainnya