Di tengah meningkatnya aktivitas digital, penipu kini semakin sering menggunakan berbagai cara untuk menyamar sebagai institusi resmi, termasuk perusahaan asuransi. Modus penipuan yang mengatasnamakan Manulife dapat merugikan secara finansial maupun membahayakan keamanan data pribadi.
Artikel ini membantu kita mengenali pola penipuan yang sedang marak serta langkah-langkah pencegahannya, berdasarkan perkembangan terkini di Indonesia.
Beberapa pola berikut kerap digunakan untuk menyasar pengguna layanan keuangan, termasuk asuransi:
Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu menjaga keamanan data dan finansial:
Situs resmi: www.manulife.co.id
Media sosial resmi Asuransi Jiwa Manulife Indonesia:
Kami mengimbau agar seluruh informasi mengenai Manulife hanya diperoleh dari kanal resmi tersebut. Situs web, akun media sosial, aplikasi, atau platform apa pun yang mengatasnamakan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia di luar daftar ini tidak resmi, dan informasi yang dibagikan dapat menyesatkan.
Tetap berhatihati terhadap pesan atau informasi yang tidak berasal dari situs atau akun resmi Manulife. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia tidak bertanggung jawab atas kerugian atau dampak apa pun yang timbul akibat penipuan yang menggunakan nama Manulife.
Jika Anda menemukan hal yang mencurigakan atau ragu mengenai aplikasi, situs web, akun media sosial, individu, atau institusi yang mengklaim terhubung dengan Manulife, hubungi kami melalui email : CustomerServiceID@manulife.com atau telepon (021) 2555 7777
Manulife berkomitmen untuk memberikan layanan yang aman dan andal. Dengan memahami berbagai modus penipuan yang marak saat ini, kita dapat lebih waspada dan melindungi diri dari ancaman digital. Apabila Anda menerima
pesan atau penawaran mencurigakan yang mengatasnamakan Manulife, segera lakukan verifikasi melalui kanal resmi kami.
Beberapa bentuk penipuan digital yang sering muncul melalui WhatsApp antara lain:
Modus yang sering mengatasnamakan Manulife biasanya meliputi:
Penipu dapat membuat grup WhatsApp yang terlihat resmi menggunakan logo dan nama staf palsu. Umumnya, mereka menawarkan:
Modus ini umum ditemukan pada penipuan investasi digital.
Waspadai tawaran seperti tugas like/subscribe berbayar, atau lowongan kerja palsu yang menjanjikan penghasilan mudah. Polanya biasanya:
Manulife tidak pernah menawarkan pekerjaan atau tugas berbayar melalui WhatsApp pribadi.
Nasabah dapat melakukan verifikasi sederhana berikut:
Tidak pernah.
Manulife tidak akan meminta:
Permintaan seperti ini merupakan ciri kuat dari upaya phishing atau pengambilalihan akun.
Jika menerima pesan yang terasa tidak wajar atau mencurigakan:
Ya. Penipuan digital seperti impersonation, phishing, dan investasi bodong terus meningkat di Indonesia dan menyebabkan kerugian besar. Penipu semakin memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp untuk mengelabui masyarakat.
Nasabah dapat memperkuat keamanan pribadi dengan:
Jika Anda pernah memberikan data sensitif kepada pihak yang tidak dikenal, segera:
Melaporkan kejadian kepada pihak berwajib dan kanal pengaduan resmi pemerintahLangkah cepat dapat membantu meminimalkan risiko penyalahgunaan data.
Tentang Manulife
Manulife Indonesia melayani sekitar 2 juta nasabah di Indonesia