Ketidakpastian pasar dapat datang dan pergi, sementara tujuan finansial tetap perlu dipersiapkan. Di tengah dinamika pasar dan pilihan investasi yang semakin beragam, pertanyaannya bukan hanya instrumen mana yang menarik, tetapi strategi apa yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansial Anda. Lantas, di mana posisi unit link dalam strategi tersebut?
Di tengah perubahan pasar dan arahan investasi yang kian beragam, ternyata kebutuhan masyarakat pada perlindungan jiwa dengan investasi jangka panjang tetap ada. Keduanya menjadi kombinasi penting teruntuk orang-orang yang memiliki pandangan berbeda pada masa depan keluarga dan keberlanjutan finansial jangka panjang.
Seseorang yang ingin mengelola investasinya sendiri mungkin lebih nyaman memisahkan kedua kebutuhan tersebut. Sebaliknya, unit link menjadi pertimbangan bagi mereka yang menginginkan kombinasi perlindungan dan investasi dengan pemahaman yang lebih dalam pada produk.
Jika Anda adalah orang yang mempertimbangkan unit link sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang, sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini:
Pasalnya, produk yang terlihat praktis seperti unit link belum tentu menjadi pilihan paling sesuai jika biaya dan manfaatnya tidak sejalan dengan kebutuhan.
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan premi unit link mencapai Rp35,73 triliun pada semester I 2026. Pada periode ini pertumbuhannya mencapai 10,3% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Pertumbuhan lebih tinggi terlihat pada premi bisnis baru unit link yang meningkat 34,5% menjadi Rp19,78 triliun. Sementara itu, total pendapatan premi industri asuransi jiwa mencapai Rp94,75 triliun, meningkat 8,2% secara tahunan (YoY).1.
Tidak berlebihan rasanya jika berdasarkan data tersebut unit link masih menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perlindungan yang dikombinasikan dengan investasi.
Bagi Anda yang belum memahami apa itu unit link, berdasarkan definisinya unit link merupakan produk asuransi yang menggabungkan manfaat perlindungan dengan komponen investasi. Dalam regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), produk ini dikenal sebagai Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI).
Melalui unit link, Anda dapat memperoleh perlindungan jiwa sekaligus mengalokasikan dana pada pilihan investasi sesuai karakteristik produk. Dana tersebut dapat dikelola melalui subdana berbasis saham, obligasi, atau pasar uang, yang masing-masing memiliki profil risiko berbeda.
Pada umumnya, Premi yang dibayarkan tidak seluruhnya ditujukan untuk investasi. Terdapat komponen biaya untuk memberikan manfaat perlindungan dan sebagian dana dialokasikan pada pilihan investasi. Karena itu, unit link perlu dipahami sebagai produk asuransi dengan komponen investasi, dengan nilai investasi yang dapat berfluktuasi sesuai kinerja dana yang dipilih.
Kombinasi tersebut menjadi alasan unit link dapat dipertimbangkan dalam perencanaan keuangan jangka panjang.
Perubahan kondisi pasar membuat fleksibilitas menjadi pertimbangan penting dalam mengelola investasi. Seseorang yang memiliki tujuan finansial jangka panjang mungkin ingin menyesuaikan komposisi investasinya ketika kebutuhan atau toleransi risikonya berubah.
Dalam unit link, sejumlah produk menyediakan pilihan subdana serta fasilitas pengalihan investasi atau fund switching yang memungkinkan nasabah menyesuaikan alokasi dana sesuai pilihan yang tersedia dalam polis. Namun, perubahan alokasi tetap perlu didasarkan pada tujuan finansial dan pemahaman terhadap risiko, bukan sekadar mengikuti pergerakan pasar jangka pendek.
Diversifikasi juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu jenis aset atau pasar. Meskipun demikian, diversifikasi tidak menghilangkan adanya risiko investasi.
Perkembangan unit link juga diikuti penguatan regulasi yang membuat nasabah semakin terlindungi. OJK menerbitkan Surat Edaran Nomor 5/SEOJK.05/2022 yang mengatur
penyelenggaraan PAYDI, termasuk desain produk, pengelolaan aset, dan transparansi2. Penguatan aturan ini menjadi bagian penting dalam memastikan produk yang dipasarkan sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko nasabah.
Catatan untuk Anda sebagai calon pemegang polis, pemahaman terhadap manfaat, biaya, dan risiko tetap menjadi dasar sebelum mengambil keputusan. Dengan informasi yang memadai, Anda dapat membandingkan unit link dengan pilihan lain, termasuk membeli asuransi dan berinvestasi secara terpisah.
Jika Anda sedang mempertimbangkan unit link, keputusan sebaiknya dimulai dari kebutuhan, bukan dari proyeksi keuntungan. Berikut ini ada lima pertanyaan sederhana yang bisa membantu keputusan Anda:
Pertanyaan-pertanyaan ini penting agar keputusan membeli produk keuangan tidak hanya didorong oleh ilustrasi hasil investasi atau pengalaman orang lain. Pasalnya, unit link bisa menjadi salah satu pilihan perencanaan keuangan yang prima dan memberikan hasil optimal bagi mereka yang memahami karakteristiknya.
Penting untuk diketahui, relevansi unit link di tengah beragamnya produk investasi bukan semata ditentukan oleh perkembangan pasar, melainkan kesesuaian antara manfaat, biaya, risiko, dan kebutuhan perlindungan. Tidak mengherankan jika perkembangannya tidak hanya terbatas pada pertumbuhan Premi, tetapi juga pengelolaan investasi dan fitur produk yang terus berubah mengikuti kebutuhan masyarakat dan keluarga Indonesia.
Sebab, perencanaan keuangan yang baik tidak hanya berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga pentingnya diversifikasi investasi dan perlindungan finansial. Unit link dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu mencapai kedua tujuan tersebut secara bersamaan.
Untuk itu, nantikan artikel kami berikutnya yang akan mengulas inovasi terbaru pada produk unit link dan bagaimana inovasi tersebut dirancang untuk menjawab berbagai keraguan yang selama ini dimiliki banyak masyarakat Indonesia.
Tentang Manulife
Manulife Indonesia melayani sekitar 2 juta nasabah di Indonesia