Informasi Layanan Portal Klaim Manulife Indonesia

Portal klaim tidak dapat di akses sementara pada 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB hingga 6 Oktober pukul 06.00 WIB untuk pemeliharaan sistem.

View more
Skip to main content Skip to notification content
Back

Strategi Membangun Financial Freedom di Tengah Maraknya Cicilan

Gaji baru masuk, tetapi beberapa hari kemudian saldo sudah jauh berkurang. Ada tagihan kartu kredit, cicilan, belanja online, makan di luar, langganan digital, hingga pengeluaran kecil yang rasanya tidak pernah terlalu besar jika dilihat satu per satu. Apakah Anda cukup familiar dengan siklus seperti ini?

Anda tidak sendiri, karena situasi seperti ini bisa mudah terjadi kepada siapa saja. Apalagi sekarang hampir semua transaksi bisa dilakukan dalam hitungan detik, sementara fasilitas cicilan membuat barang yang sebenarnya mahal terasa lebih terjangkau karena pembayaran dibagi beberapa bulan.

Siapkan Perencanaan Keuangan

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan fenomena tersebut semakin relevan. Per Juli 2026, baki debet kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan mencapai Rp31,56 triliun dengan 33,50 juta rekening, tumbuh 31,22% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, di perusahaan pembiayaan, nilai pembiayaan BNPL mencapai Rp13,62 triliun pada periode yang sama, tumbuh 54,65% secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut tentu tidak berarti setiap pengguna BNPL memiliki masalah keuangan. Namun, kemudahan berutang membuat satu kemampuan menjadi semakin penting: membedakan antara apa yang mampu dibeli dan apa yang sebenarnya mampu ditanggung oleh keuangan kita.

Mencapai Financial Freedom Bukan Berarti Tidak Boleh Menikmati Hidup

Financial freedom sering dibayangkan sebagai kondisi ketika seseorang memiliki aset besar dan tidak perlu bekerja lagi. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, kebebasan finansial bisa dimulai dari sesuatu yang jauh lebih sederhana.

Misalnya, mampu membayar kebutuhan tanpa terus menunggu tanggal gajian, tidak panik ketika muncul pengeluaran tak terduga, dan tidak harus menggunakan utang setiap kali membutuhkan sesuatu. Dengan begitu, mengatur keuangan bukan berarti menghilangkan seluruh kesenangan.

Yang menjadi persoalann adalah apakah gaya hidup masih mengikuti kemampuan, atau justru kemampuan finansial yang terus dipaksa mengikuti gaya hidup. Di sinilah kebiasaan finansial sehat menjadi penting.


Mulai dengan Mengetahui Ke Mana Uang Pergi

Langkah pertama bukan langsung membuat anggaran yang rumit. Cukup lihat kembali transaksi tiga bulan terakhir. Kelompokkan pengeluaran menjadi beberapa kategori, seperti kebutuhan rutin, cicilan, tabungan, investasi dan pengeluaran gaya hidup. Dengan begitu, kita bisa mulai melihat post mana yang diam-diam mengambil porsi terlalu besar.

Hanya saja, tidak semua pengeluaran konsumtif harus dihapus. Tetapi jika hampir setiap kenaikan pendapatan selalu diikuti kenaikan belanja, ada kemungkinan Anda mengalami lifestyle inflation.

Cobalah membalik kebiasaan tersebut. Ketika pendapatan naik, sebagian kenaikannya langsung dialokasikan ke tabungan, investasi, atau pelunasan utang sebelum digunakan untuk meningkatkan gaya hidup.

Bangun Dana Darurat Sebelum Mengejar Target Besar

Tidak banyak gunanya memiliki target investasi agresif jika satu pengeluaran mendadak membuat semuanya harus dicairkan. Karena itu, dana darurat menjadi salah satu fondasi penting. Jumlahnya tidak harus sama untuk setiap orang karena kebutuhan seseorang yang hidup sendiri tentu berbeda dengan keluarga yang memiliki beberapa tanggungan.

Yang lebih penting adalah mulai membangunnya secara bertahap. Dana ini sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang relatif aman dan mudah diakses ketika dibutuhkan.

Dana darurat memberikan ruang untuk mengambil keputusan dengan lebih tenang. Ketika ada kebutuhan mendesak, Anda tidak langsung bergantung pada kartu kredit, BNPL, atau pinjaman.

Berhenti Menganggap Semua Cicilan Itu Ringan

Salah satu jebakan pengeluaran modern adalah melihat cicilan berdasarkan nilai bulanannya. Cicilan Rp300.000 mungkin terlihat kecil. Namun, jika ada lima atau enam cicilan serupa pada saat bersamaan, jumlahnya bisa mulai mengambil porsi signifikan dari pendapatan.

Untuk itu, sebelum mengambil cicilan baru, lihat seluruh kewajiban yang sudah berjalan. Hitung bukan hanya apakah cicilan baru masih bisa dibayar, tetapi apakah setelah membayarnya Anda masih mampu menabung dan menghadapi pengeluaran tak terduga.

Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilakukan OJK, LPS, dan BPS menunjukkan indeks inklusi keuangan masyarakat Indonesia telah mencapai 93,61%, sementara indeks literasi keuangan berada di 69,57%.

Angka ini menunjukkan akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan sudah sangat luas. Tantangannya adalah memastikan setiap fasilitas digunakan karena memang sesuai kebutuhan, bukan hanya karena mudah tersedia.

Mulai Bangun Aset, Bukan Hanya Menekan Pengeluaran

Mengurangi pengeluaran memiliki batas. Setelah kebutuhan dan gaya hidup sudah cukup efisien, langkah berikutnya adalah membangun aset.

Tetapkan tujuan yang jelas. Bisa berupa dana pendidikan anak, membeli rumah, persiapan pensiun, modal usaha, atau membangun sumber pendapatan lain.

Setelah itu, tentukan jangka waktu dan instrumen yang sesuai. Investasi sebaiknya dipilih berdasarkan tujuan dan kemampuan menerima risiko, bukan karena sedang populer atau menjanjikan keuntungan tinggi.

Financial freedom pada akhirnya dibangun dari selisih antara apa yang kita hasilkan dan apa yang kita habiskan. Selisih itulah yang perlahan dapat diubah menjadi aset.

Jangan Lupa Melindungi yang Sudah Dibangun

Semakin banyyak aset dan tanggungan yang dimiliki, semakin penting pula memikirkan perlindungan. Midnset seperti ini patut Anda miliki.

Seseorang bisa bertahun-tahun membangun tabungan, aset, dan rencana finansial. Namun, risiko seperti meninggal dunia atau ketidakmampuan total tetap dapat memengaruhi kemampuan keluarga mempertahankan rencana tersebut.

Agar tujuan finansial tetap terjaga, Manulife Dynamic Wealth Assurance (MDWA) hadir sebagai solusi yang melindungi Anda dari segala kejadian tak terduga. Produk asuransi jiwa dwiguna ini dengan tiga pilihan plan, masa pembayaran premi mulai dari satu tahun, dan masa pertanggungan hingga 30 tahun.

Pilihan manfaatnya berbeda sesuai plan yang bisa disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan finansial Anda dalam jangka panjang, seperti Manfaat Pembayaran Tunai Tahunan, Manfaat Beasiswa, Manfaat Akhir Masa Pertanggungan, serta manfaat atas risiko meninggal dunia karena kecelakaan atau Ketidakmampuan Total Tetap sesuai ketentuan polis.

Menuju financial freedom bukan berarti Anda tidak boleh membeli sesuatu yang diinginkan. Justru sebaliknya, kondisi keuangan yang sehat membuat Anda memiliki lebih banyak pilihan, termasuk menikmati hasil kerja tanpa terus dihantui kekhawatiran karena sudah ada proteksinya.

Hubungi Life Planner Kami!

Hubungi Life Planner Sekarang!

  • Saya

    Manulife

    Authentication

    A one-time password (OTP) has been sent to the mobile number registered with Manulife.

    Registered mobile number ()

    Enter the OTP
    Didn’t receive the OTP? Resend( )

    Enter One-Time Password (OTP)

    You have made too many requests for the One-Time Password. Due to security reason, we are unable to process your request. Tap “OK” to return to previous page.

  • Saya menyatakan bahwa Saya telah membaca, memahami dan menyetujui:

    1. Saya telah membaca dan memahami kebijakan privasi  Manulife  Indonesia  yang dapat diakses dengan mengklik  tautan Kebijakan Privasi

    2. Saya telah memahami mengenai tujuan dan konsekuensi dari pengumpulan dan pemrosesan data pribadi Saya (termasuk kepada siapa saja data pribadi Saya akan dibagikan) serta hak Saya sebagai subjek data pribadi.

    3. Saya memberikan persetujuan Saya kepada Manulife Indonesia untuk melakukan pengumpulan dan pemrosesan data pribadi Saya, untuk tujuan pemrosesan data pribadi dalam kebijakan privasi Manulife Indonesia dimana persetujuan yang sah diperlukan sebagai dasar hukum untuk pemrosesan.

  • This is a required field
  • Terima kasih telah menghubungi Manulife Indonesia.

    Kami akan segera merespon pesan Bapak/Ibu pada jam operasional kami.

     

    Siap Menunggu

    Error Page

    Wah, tampaknya ada yang salah!

    Error: 

    Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.

    Temukan Artikel Lainnya


    Tentang Manulife

    Manulife Indonesia melayani sekitar 2 juta nasabah di Indonesia

    Selengkapnya


    Layanan

    Layanan Digital Manulife

    Selengkapnya


    Artikel

    Kumpulan artikel Manulife Indonesia.

    Lihat Artikel Lainnya