Informasi Layanan Klaim Manulife Indonesia. Selengkapnya

Selengkapnya
Lewati ke konten utama Lewati ke konten notifikasi
Back

Peluang Bisa Dikejar, Proteksi Jangan Ditunda

Belakangan ini, euforia mengejar peluang terasa semakin kuat. Harga emas terkoreksi, pasar saham bergerak fluktuatif, dan obrolan tentang investasi kembali ramai di kalangan masyarakat. Saat harga turun, banyak orang langsung berpikir: “Ini waktunya masuk”, “Ini waktunya membeli”, “Ini waktunya mengejar peluang.”

Pola pikir tersebut memang wajar. Dalam perencanaan keuangan, kita perlu mencari ruang untuk bertumbuh. Namun, ketika fokus terlalu besar diarahkan pada opportunity, ada satu hal yang sering terlupakan, yaitu tidak semua risiko datang dari pasar.

Dalam keseharian, kita sering kali terbiasa membaca angka, grafik, dan sinyal tertentu sebagai dasar pengambilan keputusan. Padahal, tidak semua hal dalam hidup memberikan tanda terlebih dahulu. Ada risiko yang datang begitu saja, tanpa peringatan, dan tanpa kesempatan untuk menunggu waktu yang lebih ideal.

Risiko seperti ini bisa menyentuh hal paling dekat dalam hidup kita seperti rumah, pasangan, anak, orang tua, dan keluarga yang menggantungkan hidup pada kita. Karena itu, pertanyaan finansial yang penting tidak selalu soal aset apa yang sedang murah, melainkan “jika sesuatu terjadi pada saya, apakah keluarga sudah cukup terlindungi?”

Pertanyaan tersebut makin relevan di tengah tekanan ekonomi masih dirasakan oleh banyak rumah tangga. Dalam laporan Voice of the Consumer 2025, PwC mencatat bahwa 50% konsumen Indonesia khawatir terhadap ketidakstabilan ekonomi dan kenaikan biaya hidup1. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 44% dan di Asia Pasifik sebesar 42%.

Artinya, kekhawatiran masyarakat bukan hanya tentang bagaimana mencari penghasilan. Ada kecemasan yang lebih dekat: bagaimana menjaga hidup tetap berjalan ketika keadaan berubah.

Indonesia Tertinggi dari Negara Tetangga

Di sisi lain, pemahaman keuangan masyarakat terus membaik. OJK dan BPS, melalui SNLIK 2025, mencatat indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46%, sementara indeks inklusi keuangan berada di 80,51%2. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengenal produk keuangan, menggunakan layanan perbankan, memahami investasi, dan mulai menyusun rencana finansial pribadi.

Namun, meningkatnya literasi belum otomatis membuat proteksi menjadi prioritas. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebut penetrasi asuransi Indonesia 1,4%, masih jauh tertinggal dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Singapura (12,5%), Thailand (4,6%), Malaysia (3,8%), dan Filipina (1,8%)3. Angka ini tentunya menunjukkan masih ada jarak antara kesadaran mengelola uang dan kebiasaan melindungi keluarga dari risiko besar.

Padahal, dalam kehidupan keluarga, proteksi bukan pelengkap setelah investasi. Proteksi adalah fondasi. Investasi membantu aset bertumbuh, tetapi proteksi menjaga agar rencana keluarga tidak langsung runtuh ketika pencari nafkah utama sakit berat, kehilangan kemampuan bekerja, atau meninggal dunia.

Tanpa proteksi, aset yang sudah dikumpulkan bisa terpaksa dicairkan dalam kondisi tidak ideal, seperti terganggunya tabungan Pendidikan untuk masa depan anak, cicilan rumah yang tengah berjalan bisa menjadi beban, dan Portofolio investasi yang seharusnya untuk masa depan bisa berubah menjadi dana darurat yang habis terlalu cepat

Data industri memperlihatkan fungsi proteksi ini nyata. AAJI mengungkapkan bahwa industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp6,5 triliun pada kuartal I tahun 2026, di mana mengalami peningkatan sebesar 6,5% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025, yakni Rp6,05 triliun. Di balik angka besar itu, ada keluarga yang tetap bisa membayar sekolah, melunasi kewajiban, menjaga rumah, dan punya waktu untuk menata hidup kembali.

Karena itu, cara memahami warisan perlu diperluas. Warisan tidak selalu berarti rumah besar, tanah, deposito, bisnis, atau portofolio investasi yang terus naik. Bagi banyak keluarga, warisan yang paling bernilai justru kepastian.

Kepastian bahwa anak tetap bisa sekolah. Kepastian bahwa pasangan tidak harus menanggung semuanya sendirian. Kepastian bahwa keluarga tidak perlu menjual aset dalam tekanan hanya karena satu peristiwa yang tidak pernah diharapkan.

Memberikan Napas untuk Keluarga

Dalam konteks ini, proteksi menjadi bentuk tanggung jawab yang sangat personal. Ia mungkin tidak selalu terlihat ketika disiapkan. Namun, ketika dibutuhkan, nilainya besar.

Proteksi memberi keluarga ruang bernapas. Mereka tidak harus mengambil keputusan besar dalam kepanikan. Mereka juga tidak langsung kehilangan pijakan pada saat hidup berada di titik paling rapuh.

Keseimbangan inilah yang sering hilang dalam euforia mengejar opportunity. Banyak orang sibuk mencari instrumen dengan potensi imbal hasil terbaik, tetapi belum menghitung kebutuhan keluarga jika risiko benar-benar terjadi, seperti biaya hidup tahunan keluarga, pendidikan anak, utang yang masih berjalan dan dana yang dibutuhkan agar keluarga dapat beradaptasi.

Hal-hal tersebut tidak kalah penting dari memilih untuk membeli saham, emas, reksa dana, atau aset lain. Pertumbuhan tanpa fondasi bisa menjadi rapuh. Sebaliknya, proteksi yang tepat membuat proses membangun kekayaan lebih tenang, karena keluarga memiliki jaring pengaman sebelum mengejar target yang lebih agresif.

Di tahap inilah Proteksi Prima Warisan Terencana atau PPWT dari Manulife Indonesia menjadi relevan dalam perencanaan keluarga. Produk asuransi jiwa seumur hidup ini dirancang untuk memberikan perlindungan finansial atas risiko tidak terduga, sekaligus mendukung perencanaan warisan.

Manfaatnya mencakup perlindungan meninggal dunia akibat sebab alami, tambahan manfaat karena kecelakaan, potensi peningkatan manfaat meninggal dunia akibat sebab alami hingga dua kali lipat setelah usia polis lebih dari 20 tahun, serta manfaat akhir masa pertanggungan.

Namun, nilai utama proteksi bukan semata-mata pada angka santunan. Nilainya ada pada waktu dan ruang yang diberikan kepada keluarga untuk bertahan. Dengan adanya proteksi, keluarga tidak harus langsung menjual aset, menghentikan pendidikan, atau mengorbankan rencana jangka panjang karena satu kejadian besar.

Pada akhirnya, mengejar opportunity dan menyiapkan proteksi bukan dua hal yang bertentangan. Investasi membantu kita bertumbuh dan proteksi membantu keluarga tetap utuh.

Pasar akan selalu bergerak, harga akan naik dan turun. Namun, kesempatan untuk menyiapkan perlindungan sebelum risiko terjadi tidak selalu datang dua kali.

Di tengah semangat membangun kekayaan, kita perlu memikirkan bukan hanya apa yang ingin kita kumpulkan, tetapi apa yang ingin kita pastikan tetap terlindungi. Sebab, warisan terbaik bukan sekadar nilai yang ditinggalkan, tetapi kepastian bahwa hidup orang-orang yang kita cintai tetap bisa berjalan.

Dapatkan eVoucher Gopay 50ribu

Syarat & Ketentuan Mendapatkan eVoucher:

  • Penawaran ini berlaku khusus untuk nasabah Danamon Manulife yang menerima WhatsApp dari Manulife Indonesia pada tanggal 5Juni 2026
  • Hubungi Financial Specialis (FS) Manulife Indonesia di cabang Danamon terdekat dan tunjukkan pesan Whatsapp dari Manulife Indonesia, sebagai syarat memperoleh e-voucher selambatnya 30 Juni 2026
  • E-voucher Gopay Rp50ribu akan dikirimkan oleh Manulife Indonesia setelah nasabah bertemu dengan Financial Specialist (FS)
  • Jadwal pengiriman link voucher dilakukan setiap Jumat. Jika Anda telah memenuhi syarat tetapi belum menerima e-voucher, silakan hubungi FS yang Anda temui.

Cara redeem eVoucher:

  • Manulife Indonesia akan mengirimkan tautan Voucher ke nomor WhatsApp nasabah yang terdaftar di sistem Manulife Indonesia
  • Nasabah dapat melakukan penukaran e-voucher dengan memasukkan nomor ponsel yang terhubung dengan Gopay pada tautan yang diberikan
  • Jika sudah berhasil, periksa kembali jumlah saldo Gopay Anda untuk memastikan saldo masu

Sumber:

  1. PwC – Voice of the Consumer 2025: Economic Instability and Cost of Living Pressure
  2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) - OJK dan BPS Umumkan SNLIK Tahun 2025
  3. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) - Program Penjaminan Polis
  4. Kontan.co.id, Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Naik

Temukan Artikel Lainnya


Tentang Manulife

Manulife Indonesia melayani sekitar 2 juta nasabah di Indonesia

Selengkapnya


Layanan

Layanan Digital Manulife

Selengkapnya


Artikel

Kumpulan artikel Manulife Indonesia.

Lihat Artikel Lainnya