Informasi Layanan Portal Klaim Manulife Indonesia

Portal klaim tidak dapat di akses sementara pada 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB hingga 6 Oktober pukul 06.00 WIB untuk pemeliharaan sistem.

View more
Skip to main content Skip to notification content
Back

Merencanakan Dana Pendidikan Anak Sesuai Target dan Waktu

Bayangkan suatu pagi Anda sedang mengantar anak ke sekolah. Di perjalanan, tiba-tiba terlintas satu pertanyaan sederhana: nanti ketika ia masuk SMP, SMA, atau kuliah, apakah dananya sudah siap?

Pertanyaan itu mungkin terasa masih jauh jika anak baru berusia dua atau tiga tahun, tapi. Namun, justru di situlah tantangannya. Pendidikan datang bertahap, tetapi biayanya juga terus bertambah.

Mulai dari uang pangkal, SPP, seragam, buku, kegiatan sekolah, transportasi, hingga kebutuhan kuliah, semuanya perlu dipersiapkan. Jika tidak direncanakan sejak awal, biaya yang tadinya terasa kecil bisa berubah menjadi beban besar dalam waktu singkat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Penunjang Pendidikan 2024 memberi gambaran nyata mengenai hal ini. Rata-rata total biaya pendidikan selama tahun ajaran 2023/2024 mencapai Rp4,56 juta untuk SD sederajat, Rp7,34 juta untuk SMP, Rp10,19 juta untuk SMA/SMK, dan Rp19,01 juta untuk pendidikanperguruan tinggi.

Angka itu tentu bukan patokan untuk semua keluarga. Biaya sekolah di setiap kota bisa berbeda, begitu juga antara sekolah negeri, swasta, dan perguruan tinggi. Namun, satu hal cukup jelas bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin besar pula dana yang perlu disiapkan.

Siapkan Perencanaan Keuangan

Waktu Bisa Menjadi Sekutu

Seorang anak berusia tiga tahun mungkin masih punya belasan tahun sebelum masuk kuliah. Bagi orang tua, jarak waktu itu sebenarnya adalah keuntungan.

Semakin panjang waktu yang tersedia, semakin kecil tekanan untuk mengumpulkan dana besar dalam waktu singkat. Sebaliknya, jika baru mulai ketika anak sudah mendekati SMA atau kuliah, jumlah yang harus disisihkan setiap bulan tentu jauh lebih berat.

Karena itu, perencanaan pendidikan tidak harus menunggu gaji naik atau kondisi finansial terasa sempurna. Memulai dari jumlah kecil tetapi konsisten sering kali lebih realistis.

Ketika penghasilan meningkat, setoran dana pendidikan bisa ikut dinaikkan. Dengan begitu, persiapan berjalan mengikuti kemampuan keluarga.

Jangan Menebak Biaya Pendidikan

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mengandalkan perkiraan. Orang tua merasa, “nanti juga bisa disiapkan”, tanpa tahu berapa sebenarnya biaya sekolah yang dituju.

Cara yang lebih baik adalah mulai mencari informasi sejak dini, dengan melakukan beberapa hal ini, seperti mengecek biaya masuk, SPP, biaya daftar ulang, biaya seragam, kegiatan ekstrakurikuler, transportasi dan kebutuhan lainnya: .

  • Cek biaya masuk
  • SPP
  • Daftar ulang
  • Seragam
  • Kegiatan ekstrakurikuler
  • Transportasi
  • Kebutuhan lainnya

Lakukan hal yang sama untuk jenjang berikutnya. Tujuannya bukan mencari angka yang pasti, tetapi mendapatkan gambaran agar target dana pendidikan anak lebih realistis.

Kenaikan biaya juga perlu diperhitungkan. Data BPS menunjukkan inflasi kelompok pendidikan masih terjadi di sejumlah daerah pada 2026.

Di Kota Bogor, misalnya, kelompok pendidikan mengalami inflasi 2,28% secara tahunan pada Agustus 2026. Besarnya berbeda antarwilayah, sehingga angka inflasi sebaiknya digunakan sebagai gambaran umum, bukan patokan tunggal untuk menghitung biaya sekolah.

Karena itu, informasi langsung dari sekolah atau universitas yang dituju tetap menjadi acuan paling relevan. Apalagi kenaikan biaya institusi pendidikan tertentu bisa berbeda dari angka inflasi rata-rata.


Menabung atau Berinvestasi?

Setelah target mulai terlihat, Anda perlu tahu ke mana uangnya harus ditempatkan. Untuk kebutuhan yang waktunya sudah dekat, instrumen yang relatif stabil dan mudah dicairkan biasanya lebih sesuai.

Sementara untuk tujuan yang masih jauh, investasi pendidikan anak dapat dipertimbangkan sesuai jangka waktu dan profil risiko. Yang Pperlu diingat bahwa , investasi bukan jalan pintas. Potensi imbal hasil selalu datang bersama risiko.

KarenaOleh karena itu, strategi juga perlu berubah seiring waktu. Semakin dekat dengan tahun penggunaan dana, semakin penting mengurangi ketergantungan pada instrumen yang nilainya bisa berfluktuasi tajam.

Dana pendidikan juga sebaiknya dipisahkan dari rekening harian. Jika dicampur, uang yang awalnya ditujukan untuk sekolah bisa lebih mudah terpakai untuk kebutuhan lain.

Bagaimana Jika Rencana Terhenti?

Ada satu skenario yang sering tidak ingin dipikirkan, tetapi tetap perlu dipersiapkan. Bagaimana jika orang tua yang menjadi pencari nafkah meninggal dunia atau mengalami penyakit serius sebelum dana pendidikan terkumpul?

Tabungan dan investasi memang membangun dana. Namun, keduanya belum tentu cukup jika risiko datang lebih cepat dari rencana.

Di sinilah perlindungan asuransi memiliki fungsi berbeda. Tujuannya bukan menggantikan tabungan atau investasi, tetapi membantu menjaga agar pendidikan anak tetap berjalan ketika kemampuan finansial keluarga terganggu.

Perencanaan pendidikan yang matang bukan hanya bertanya, “Bberapa yang harus dikumpulkan?” Ada pertanyaan lain yang sama pentingnya: “Aapa yang terjadi jika saya tidak bisa lagi menyiapkan dana itu?”

Menjaga Pendidikan Tetap Berjalan

Dalam hal ini, Manulife Perlindungan Pendidikan Syariah hadir sebagai solusi yang dirancang untuk membantu melindungi rencana pendidikan anak. Produk asuransi jiwa syariah ini memberikan perlindungan atas risiko meninggal dunia dan menyediakan pilihan perlindungan terhadap Penyakit Kritis Tahap Akhir sesuai dengan plan yang dipilih.

Jika risiko yang dipertanggungkan terjadi, manfaat dapat mencakup pengembalian kontribusi yang telah dibayarkan serta Manfaat Tahapan Terjadwal sesuai usia anak atau tahun polis dan ketentuan yang berlaku. Jika peserta tetap hidup hingga akhir masa asuransi dan polis tetap aktif, tersedia manfaat akhir masa asuransi berupa 100% dari total kontribusi yang telah dibayarkan sesuai ketentuan polis.

Intinya, jangan sampai terlambat! Mempersiapkan dana pendidikan anak bukan tentang mengetahui dengan tepat berapa biaya kuliah 15 tahun lagi. Yang lebih penting adalah mulai sekarangtentukan , punya target, dan terus menyesuaikannya. 

Sebab ketika hari pertama sekolah akhirnya datang, yang dibutuhkan bukan lagi niat untuk mulai menabung, tetapi dana yang memang sudah siap. Selain itu, jangan lupa proteksinya.

Hubungi Life Planner Kami!

Hubungi Life Planner Sekarang!

  • Saya

    Manulife

    Authentication

    A one-time password (OTP) has been sent to the mobile number registered with Manulife.

    Registered mobile number ()

    Enter the OTP
    Didn’t receive the OTP? Resend( )

    Enter One-Time Password (OTP)

    You have made too many requests for the One-Time Password. Due to security reason, we are unable to process your request. Tap “OK” to return to previous page.

  • Saya menyatakan bahwa Saya telah membaca, memahami dan menyetujui:

    1. Saya telah membaca dan memahami kebijakan privasi  Manulife  Indonesia  yang dapat diakses dengan mengklik  tautan Kebijakan Privasi

    2. Saya telah memahami mengenai tujuan dan konsekuensi dari pengumpulan dan pemrosesan data pribadi Saya (termasuk kepada siapa saja data pribadi Saya akan dibagikan) serta hak Saya sebagai subjek data pribadi.

    3. Saya memberikan persetujuan Saya kepada Manulife Indonesia untuk melakukan pengumpulan dan pemrosesan data pribadi Saya, untuk tujuan pemrosesan data pribadi dalam kebijakan privasi Manulife Indonesia dimana persetujuan yang sah diperlukan sebagai dasar hukum untuk pemrosesan.

  • This is a required field
  • Terima kasih telah menghubungi Manulife Indonesia.

    Kami akan segera merespon pesan Bapak/Ibu pada jam operasional kami.

     

    Siap Menunggu

    Error Page

    Wah, tampaknya ada yang salah!

    Error: 

    Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.

    Temukan Artikel Lainnya


    Tentang Manulife

    Manulife Indonesia melayani sekitar 2 juta nasabah di Indonesia

    Selengkapnya


    Layanan

    Layanan Digital Manulife

    Selengkapnya


    Artikel

    Kumpulan artikel Manulife Indonesia.

    Lihat Artikel Lainnya