Lewati ke konten utama
Back

Tanya Jawab Seputar DPLK

Pertanyaan Mengenai

Pengertian Umum DPLK

Pendiri DPLK Manulife Indonesia

Kepesertaan DPLK

Hak Peserta DPLK

Iuran Pensiun dan Penghasilan Dasar Pensiun

Usia Pensiun

 

Pengertian Umum DPLK

Suatu badan hukum yang didirikan untuk mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Dana Pensiun wajib memperoleh pengesahan dari Menteri Keuangan.

Undang-undang Nomor 11 tanggal 20 April 1992 dan peraturan pelaksanaannya.

Dana Pensiun Lembaga Keuangan hanya dapat didirikan oleh perusahaan asuransi jiwa dan bank dengan menjalankan Program Pensiun Iuran Pasti.

Program Pensiun yang mengupayakan suatu manfaat pensiun bagi Anda sebagai Peserta, dengan:

  1. Membayar iuran pensiun setiap bulan, untuk
  2. selanjutnya dikembangkan (diinvestasikan),
  3. yang akhirnya akan membentuk saldo atau manfaat pensiun

Iuran dibayarkan oleh Perusahaan dan/atau Anda sebagai Peserta, dengan menyisihkan sebagian penghasilan Anda setiap bulan.

Pendiri DPLK Manulife Indonesia

Didirikan oleh PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.

Telah memperoleh pengesahan dari Menteri Keuangan, No. KEP-231/KM.17/1994, tanggal 5 Agustus 1994.

Perusahaan asuransi jiwa patungan yang berdiri sejak tahun 1985, dengan kendali operasional dan pemegang saham terbesar adalah Manulife Financial, yang berkantor pusat di Toronto – Kanada.

  1. Kekayaan DPLK Manulife Indonesia terpisah dari kekayaan PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dan dikecualikan dari setiap tuntutan hukum atas kekayaan PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.
  2. Kekayaan Dana Pensiun tidak dapat diagunkan sebagai jaminan pinjaman atau dipinjamkan dalam bentuk apapun.

Kepesertaan DPLK

Setiap orang, baik karyawan maupun pekerja mandiri, dapat diterima menjadi peserta apabila telah mempunyai penghasilan.

  1. Mengisi Formulir Pendaftaran Peserta Baru dan juga kelengkapan dokumen
  2. Menyatakan untuk tunduk dan taat pada Peraturan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Manulife Indonesia
  3. Menyetor Iuran Pertama atau mengalihkan dana
  1. Peserta Mandiri adalah Peserta yang mengikutsertakan dirinya sendiri dalam Dana Pensiun
  2. Peserta Pemberi Kerja adalah para karyawan yang diikutsertakan dalam DPLK oleh Perusahaannya (Perusahan turut membayar iuran bagi karyawannya)
  3. Menyatakan untuk tunduk dan taat pada Peraturan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Manulife Indonesia
  4. Menyetor Iuran Pertama atau mengalihkan dana
  1. Mendapatkan Kartu Tanda Peserta
  2. Memperoleh Laporan Saldo Dana Peserta
  1. Kepesertaan pada DPLK Manulife Indonesia dimulai pada tanggal yang ditetapkan dalam Kartu Peserta.
  2. Kepesertaan pada DPLK Manulife Indonesia berakhir pada saat Manfaat Pensiun jatuh tempo sesuai dengan jenis manfaat pensiunnya, atau kepesertaannya beralih ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan lainnya.
  1. Menyetor iuran pensiun
  2. Membayar biaya-biaya yang dikenakan oleh DPLK Manulife Indonesia
  3. Memberikan keterangan yang lengkap dan benar sesuai dengan Peraturan DPLK Manulife Indonesia
  4. Menaati Peraturan DPLK Manulife Indonesia
  5. Mendaftarkan Pihak Yang Berhak atas Manfaat Pensiun dan melaporkan setiap perubahannya.
  6. Menunjuk Pihak Yang Ditunjuk
  1. Data dan keterangan mengenai Peserta dan seluruh keluarganya
  2. Keterangan lainnya yang Wajib disampaikan kepada DPLK Manulife Indonesia, setiap terjadinya perubahan dalam susunan keluarga, status pernikahan, perceraian, perujukan, kelahiran, kematian, alamat tempat tinggal dan perubahan lainnya yang dianggap perlu.

Peserta bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran data dan keterangan yang diberikan kepada DPLK Manulife Indonesia, dalam rangka administrasi kepesertaannya.

Hak Peserta DPLK

  1. Menentukan Usia Pensiun Normal
  2. Menetapkan dan mengubah pilihan jenis investasi
  3. Melakukan penarikan sejumlah Dana tertentu
  4. Memperoleh informasi mengenai Dana yang dimiliki
  5. Menunjuk Pihak Yang Berhak untuk menerima Dana Peserta apabila Peserta meninggal dunia
  6. Mengalihkan kepesertaannya kepada Dana Pensiun Lembaga Keuangan lainnya
  7. Memilih perusahan asuransi jiwa dan jenis anuitas seumur hidup dalam rangka pembayaran manfaat pensiun
  8. Memperoleh Manfaat Pensiun
  9. Memperoleh pembayaran Dana Peserta secara sekaligus, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Apabila Peserta merupakan Peserta Pemberi Kerja dan Pemberi Kerja turut membayar iuran, maka hak-hak Peserta seperti tersebut dalam:

  1. Menentukan Usia Pensiun Normal
  2. Menetapkan dan mengubah pilihan jenis investasi
  3. Melakukan penarikan sejumlah Dana tertentu

Dapat ditetapkan sesuai dengan kebijakan yang berlaku pada Pemberi Kerja setelah mendapat kuasa dari Peserta yang tertuang dalam formulir pendaftaran.

  1. Manfaat Pensiun Normal
  2. Manfaat Pensiun Dipercepat
  3. Manfaat Pensiun Cacat
  4. Pensiun Ditunda
  5. Manfaat Pensiun Pihak Yang Berhak (Pensiun Meninggal dunia)

Dalam hal Peserta meninggal dunia, hak Peserta atas manfaat pensiun diberikan kepada Pihak Yang Berhak, yaitu:

  1. Isteri / Suami Peserta yang sah (Janda / Duda), atau
  2. Anak Peserta yang sah berusia dibawah 25 tahun, atau
  3. Pihak Yang Ditunjuk, yaitu Pihak lain yang ditunjuk oleh Peserta apabila tidak memiliki Janda / Duda, atau Anak.
  1. Jika Peserta tidak kawin dan tidak mempunyai Anak, maka Peserta dapat menunjuk pihak lain (Pihak Yang Ditunjuk) sebagai Pihak Yang Berhak untuk menerima Manfaat Pensiun
  2. Penunjukan Pihak Yang Ditunjuk harus dilakukan secara tertulis dan dilaporkan kepada DPLK Manulife Indonesia pada saat menjadi Peserta atau dalam masa kepesertaan.
  3. Peserta dapat mengubah penunjukan setiap saat selama periode kepesertaan.
  4. Penunjukan akan menjadi batal bila ternyata Peserta telah menikah dan didaftarkan pada DPLK Manulife Indonesia

Iuran Pensiun dan Penghasilan Dasar Pensiun

Sejumlah uang yang harus disetorkan kepada Dana Pensiun sesuai dengan jumlah yang disanggupi.

Besarnya maksimum iuran per tahun dari penghasilan peserta per tahun ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku.

  1. Peserta wajib membayar iuran pada bulan saat Peserta diterima menjadi Peserta dan berakhir pada saat kepesertaan berakhir
  2. Apabila Perusahaan turut membayar Iuran bagi karyawannya, maka Perusahaan wajib menyampaikan Pernyataan tertulis kepada Menteri, yang berisi besarnya Iuran dan jatuh tempo pembayaran iuran.

Usia Pensiun

Jumlah manfaat pensiun yang akan diterima oleh Peserta adalah akumulasi iuran Peserta dan iuran Pemberi Kerja dan dana pengalihan (bila ada) ditambah hasil pengembangannya.

Tidak termasuk Pensiun Ditunda, cara pembayaran manfaat pensiun adalah:

  1. Apabila Manfaat Pensiun lebih kecil daribatasan yang ditentukan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia
    • Seluruh (100%) Manfaat Pensiun dibayarkan Sekaligus
  2. Apabila Manfaat Pensiun sama dengan atau lebih besar dari batasan yang ditentukan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia 
    • Maksimum 20% dari Manfaat Pensiun dibayarkan secara sekaligus
    • Sisanya (minimum 80%) dari Manfaat Pensiun dibayarkan secara bulanan dengan membeli program Anuitas dari perusahaan asuransi jiwa yang dipilih Peserta kecuali Manfaat Pensiun dibayarkan kepada Pihak Yang Ditunjuk, maka seluruh (100%) Manfaat Pensiun dibayarkan sekaligus 
    • Peserta meninggal dunia sebelum Usia Pensiun Dipercepat, maka seluruh (100%) Manfaat Pensiun dibayarkan sekaligus

Batasan pembayaran tersebut diatas merupakan nilai yang ditentukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan dan akan ditentukan dari waktu ke waktu.Jumlah manfaat pensiun yang akan diterima oleh Peserta adalah akumulasi iuran Peserta dan iuran Pemberi Kerja dan dana pengalihan (bila ada) ditambah hasil pengembangannya.

 

Manfaat Pensiun dapat diterima sebelum mencapai Usia Pensiun Normal, yaitu apabila Peserta mencapai Usia Pensiun Dipercepat (sekurang-kurangnya 10 tahun sebelum Usia Pensiun Normalnya). 

Contoh: Usia Pensiun Normal 55 tahun 
Usia Pensiun Dipercepat 45-54 tahun

Apabila Perusahaan turut membayar Iuran, maka Karyawan wajib mendapat persetujuan Perusahaan apabila bermaksud untuk mengajukan Manfaat Pensiun Dipercepat diatas.

 

Memastikan