Memastikan
Lewati ke konten utama Lewati ke konten notifikasi
Back

Cara Berhemat Dengan Skala Prioritas

 

Menyusun skala prioritas adalah hal yang penting dalam pengelolaan keuangan dan meningkatkan kekuatan finansial. Banyak orang merasa kesulitan dengan cara berhemat mengelola pendapatan yang mereka miliki. Situasi itu pada akhirnya sering membuat seseorang tidak mampu menyisihkan pendapatan untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi di kemudian hari.

Rencanakan Perlindungan Anda dengan Kami

Paparan media sosial juga merupakan salah satu faktor yang memberikan dampak pada kondisi finansial. Tidak jarang orang dengan pendapatan besar berakhir dengan keuangan defisit karena tidak dapat membedakan prioritas kebutuhan dan kesulitan menerapkan cara berhemat yang tepat. Pengeluaran yang sifatnya konsumtif dan gaya hidup tidak dikelola. Bahkan tidak sedikit yang terjebak utang konsumtif. 

Di sisi lain, kalangan dengan pendapatan lebih kecil nyatanya masih banyak yang mampu rutin menabung atau berinvestasi karena pengelolaan keuangannya lebih matang. Kalangan ini bisa menerapkan cara berhemat yang sehat tanpa terjebak sifat pelit.

Mengelola keuangan memang membutuhkan seni tersendiri. Ketika seni pengelolaan keuangan sudah dipahami dan dikuasai, pendapatan besar atau kecil pada akhirnya menjadi relatif. Cara berhemat juga bisa dijalankan lebih nyaman tanpa perlu menjalankan hidup “serba ngirit” atau serba perhitungan.

Pahami Kebutuhan vs Keinginan

Salah satu kunci mendasar agar pengelolaan keuangan Anda bisa sehat dan membantu cara berhemat dengan nyaman adalah dengan membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan.

Pengendalian diri dari cara hidup hemat, tidak serta merta sekadar mengatur keinginan saja, namun Anda perlu juga membuat rencana terbaik yang sesuai agar kesehatan finansial tercapai.

Dengan memahami perbedaan keinginan dan kebutuhan, Anda bisa lebih mudah membuat skala prioritas pengeluaran yang lebih komprehensif. 

  1. Kebutuhan dasar. Sifat kebutuhan dasar ini adalah bila tidak dipenuhi maka bisa mengancam kelangsungan hidup. Termasuk di sini contoh berhemat adalah kebutuhan makan dan minum, pakaian untuk menutup tubuh, tempat tinggal sebagai tempat berteduh dari panas dan hujan. Khusus untuk pakaian, bukan berarti kebutuhan tersebut harus dipenuhi dalam frekuensi tinggi dan rutin. 
  2. Kebutuhan semi mendasar. Artinya, kebutuhan ini juga penting akan tetapi tidak secara langsung mengancam survival seseorang. Misalnya, kebutuhan listrik, air, pulsa untuk komunikasi dan internet, kebutuhan transportasi untuk mobilitas termasuk di sini adalah BBM, juga konsumsi gas untuk dapur, dan lain sebagainya.
  3. Kebutuhan wajib. Ini terkait dengan tanggung jawab dengan pihak lain. Contoh berhemat misalnya, pengeluaran untuk sewa rumah, pengeluaran biaya sekolah anak, pembayaran cicilan utang bila ada, pembayaran zakat atau sedekah, premi asuransi, dan lain-lain.
  4. Kebutuhan masa depan. Termasuk di sini adalah menabung untuk dana darurat, berinvestasi rutin untuk pengeluaran masa depan (future spending), dan lain sebagainya.
  5. Kebutuhan gaya hidup. Sifat kebutuhan ini adalah 100% untuk memenuhi hasrat atau keinginan. Contoh berhemat mulai dari belanja produk fesyen, liburan ke luar kota, ganti gadget dengan merek ternama, langganan layanan streaming musik atau film, dan lain sebagainya. Kebutuhan ini tidak mengancam keberlangsungan hidup bila tidak dipenuhi, oleh karenanya menempati urutan terakhir dalam skala prioritas kebutuhan. 

Cerdik berhemat dengan skala prioritas

Setelah mengetahui jenis dan perbedaan kebutuhan, Anda bisa lebih mudah menyusun budget sesuai pendapatan saat ini dan dapat menjalankan cara berhemat secara lebih realistis.

Anda bisa membagi budget dengan pembagian secara umum 40:25:20:5 terdiri atas 40% pendapatan untuk menutup kebutuhan dasar dan semi dasar. Lalu, 25% untuk kebutuhan wajib. Sebesar 20% untuk kebutuhan masa depan, lalu sisanya 5% untuk kebutuhan gaya hidup. 

Dari garis besar pengelompokan itu, Anda dapat memperinci berapa alokasi budget untuk tiap pos. Contoh berhemat misalnya, pendapatan Anda saat ini Rp 10 juta per bulan sehingga alokasi budget untuk kebutuhan dasar dan semi dasar adalah Rp 4 juta, lalu sebanyak Rp 2,5 juta untuk menutup kebutuhan wajib. Sebanyak Rp 2 juta untuk kebutuhan masa depan dan Rp 500.000 untuk gaya hidup. 

Perinciannya bisa lebih mendetail lagi untuk masing-masing pos kebutuhan. Misal, untuk pos kebutuhan wajib, dapat Anda perinci untuk pembayaran uang sekolah anak berapa, lalu bayar cicilan utang berapa dan lain sebagainya. Begitu juga dengan pos kebutuhan masa depan, dapat Anda detilkan berdasarkan tujuan keuangan yang Anda miliki. 

Misalnya, untuk kebutuhan proteksi pendapatan dengan asuransi yang tepat dan memberikan solusi 3 in 1 yaitu Proteksi Jiwa, Investasi dan Juga Perlindungan Kesehatan untuk Kenyamanan hidup Anda dan Keluarga melalui MiSmart Insurance Solution, Anda dapat menyiapkan dari pos tersebut. 

Dengan mengetahui perincian seperti itu, Anda kini akan lebih aware dalam mengelola pendapatan. Cara berhemat pun bisa dijalankan lebih sadar serta realistis sesuai kondisi keuangan. Tanpa memahami prioritas kebutuhan, seseorang akan selalu kesulitan mengelola keuangan bahkan bingung menerapkan cara berhemat yang tepat. Sebaliknya, dengan mengetahui needs vs wants dan memiliki skala prioritas, keuangan bisa dikelola secara sehat dan hidup tetap nyaman.

Hubungi Life Planner Kami!

Hubungi Kami Sekarang!

 

  • Saya

    Manulife

  • Saya setuju memberikan data pribadi Saya kepada Manulife Indonesia dan telah membaca Kebijakan Privasi Manulife Indonesia. Selanjutnya, Saya bersedia untuk dihubungi oleh Manulife Indonesia melalui media komunikasi pribadi Saya sesuai hari dan jam operasional yang berlaku di Manulife Indonesia.

  • Dengan ini Saya setuju memberikan data pribadi Saya kepada Manulife Indonesia dan Saya memberikan persetujuan kepada Manulife Indonesia untuk menghubungi Saya melalui media komunikasi pribadi Saya untuk memperoleh penawaran atas produk Manulife Indonesia dan/atau kegiatan pemasaran lainnya

  • Ini adalah kolom yang harus diisi
  • Terima kasih telah menghubungi Manulife Indonesia.

    Kami akan segera merespon pesan Bapak/Ibu pada jam operasional kami.

     

    Siap Menunggu

    Error Page

    Wah, tampaknya ada yang salah!

    Error: 

    Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.

    Temukan Artikel Lainnya


    Tentang Manulife

    Manulife Indonesia melayani sekitar 2 juta nasabah di Indonesia

    Selengkapnya


    Layanan

    Layanan Digital Manulife

    Selengkapnya


    Artikel

    Kumpulan artikel Manulife Indonesia.

    Lihat Artikel Lainnya